BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Jumat, 18 Januari 2019

    Banjir, Ratusan Warga Puring dan Adimulyo Mengungsi

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ribuan jiwa terdampak banjir yang terjadi di Kebumen sejak Rabu (16/1). Dari jumlah tersebut, ratusan diantaranya terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi ini cukup menguras energi karena banyaknya korban terdampak dan sebarannya yang cukup luas.

    Di Kecamatan Puring dan Adimulyo, misalnya. Tim SAR gabungan harus mengevakuasi warga lima desa masing-masing Desa Sidobunder, Madureja, Sitiadi, Sidodadi dan Desa Sugihwaras Kecamatan Adimulyo. Para korban terdampak banjir yang jumlahnya mencapai 500 orang itu diungsikan menjadi satu di pendopo Kecamatan Puring, Kamis (17/1/2019).

    Tak hanya di dua kecamatan itu, petugas pada Rabu malam juga harus mengevakuasi warga Buluspesantren yang terdampak banjir. Evakuasi bahkan dilakukan pada malam hari. Yakni di Desa Indrosari, Banjurpasar dan Banjurmukan. Di tempat itu, ketinggian air sempat mencapai 1 meter dan masuk ke rumah warga.

    Pemkab menerjunkan truk Basarnas dan mobil Polisi bagi para pengungsi. Selain itu, petugas harus menjemput para korban banjir menggunakan perahu. Sempat terpantau, petugas mengevakuasi warga lanjut usia. Bahkan, Tim Damkar Satpol PP Pos Gombong sempat membantu mengevakuasi perempuan yang hamil 9 bulan. Perempuan bernama Eka warga Desa Sidobunder Kecamatan Puring tersebut dievakuasi menggunakan rakit ke tempat lebih aman.

    Sukirman salah satu petugas PHL BPBD Kebumen mengatakan, banyak warga yang harus dievakuasi menggunakan perahu dikarenakan ketinggian air di lokasi lebih dari 1 meter.

    "Ada dua perahu karet milik basarnas dan speedbood milik TNI AD dikerahkan untuk melangsir para pengungsi dari wilayah yang terisolir," katanya ditemui Ekspres di lokasi bencana.

    Di Kecamatan Puring, warga ditempatkan di 5 ruangan. Ruangan kantor kecamatan dan Puskesmas itu diubah menjadi tempat penampungan bagi warga korban banjir. "Empat 4 ruangan berada di bangunan milik kecamatan dan 1 ruangan milik Puskesmas Puring," imbuh Sukirman.



    Kepala Pelaksanasana BPBD Kebumen Eko Widianto, mengatakan untuk situasi saat ini banjir masih merendam wilayah Kebumen bagian selatan utamanya berada di daerah yang rendah seperti Adimulyo, dan Puring bagian utara. Namun sejauh ini masyarakat yang terdampak sudah ditangani dengan mengevakuasi ketempat yang lebih aman



    Eko menambahkan, hingga tadi malam, air mulai surut. Namun luasan dampak banjir meluas ke wilayah selatan.  "Upaya BPBD saat ini menyiapakan dapur umun, dengan koordinasi OPD dan organisasi relawan. Warga sudah aktifitas namun sebatas untuk membersihkan rumah," kata Eko.



    Eko mengakui, hingga saat ini penanganan baru sebatas memenuhi kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan. Namun, penanganan fisik seperti perbaikan tanggul jebol belum bisa dilakukan.  Padahal, mengacu pada prediksi Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan masih bakal turun selama tiga hari ke depan. Untuk itu, Eko mengaku telah meminta bantuan BPBD Provinsi Jawa Tengah. "Kami telah kordinasi dengan BPBD  Provinsi untuk dukungan jika ada perkembangan luasan dampak bencana," ujarnya.


    Di saat yang sama, Eko memint warga lebih waspada dan hati - hati serta siap siaga jika terjadi bencana. "Meski sejauh ini blm ada korban jiwa diharapkan warga tetap waspada dan menjaga keselamatan segera melakukan perlindungan dan menjaga keselamatan," kata Eko. (Saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top