• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Senin, 10 Desember 2018

    Wabup Kebumen Tinjau Lokasi Bencana

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, meninjau langsung sejumlah titik, Minggu (9/12/2018). Yakni tanggul jebol dan jembatan putus. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan lancar.

    Lokasi yang dikunjungi pertama tanggul jebol di Desa Sugihwaras, Kecamatan Adimulyo. Kemudian, tanggul jebol di Desa Sekarteja, Kecamatan Adimulyo dan jembatan putus di Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor.

    Peninjauan itu didampingi oleh Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto, Kepala Dinas PUPR Slamet Mustolkhah, Kabag Humas Setda Kebumen Budhi Suwanto, serta sejumlah pejabat lainnya.  "Pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan logistik dan kita lakukan penanganan darurat," ujar Yazid Mahfudz, disela-sela tinjauannya.

    Ribuan kandi disalurkan Pemkab Kebumen untuk menangani jebolnya tanggul. Dia berpendapat, perbaikan tanggul jebol dilakukan melalui penanganan darurat, yakni membuat beronjong atau benteng menggunakan kandi berisi tanah. "Selanjutnya dapat ditangani dengan pembuatan tanggul permanen," kata Wakil Bupati.

    Selain itu, kata wabup, Pemkab Kebumen juga akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. Sedangkan, untuk jembatan putus di Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, akan dibangun jembatan darurat menggunakan bambu. "Biar aktivitas masyarakat tetap berjalan," tegasnya seraya mengimbau kepada masyarakat Kebumen supaya waspada.

    Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kebumen, Drs Muhyidin menghimbau agar warga senantiasa waspada. Mengingat, mengacu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diprediksi Januari-Februari. Di saat yang sama, di Kabupaten Kebumen terdapat 210 desa rawan bencana yang tersebar di 26 kecamatan terdiri dari 101 desa di 16 kecamatan rawan banjir dan 118 desa di 14 kecamatan rawan longsor.

    Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui kemarin berharap, pemerintah segera melakukan penanganan serius. Mengingat, mereka khawatir akan terjadi bencana susulan apalagi musim penghujan masih panjang. "Ya khawatir. Kami minta pemerintah melakukan penanganan serius," ujar Darimin warga Adimulyo yang terjadi banjir akibat jebolnya tanggul.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, melaporkan bencana terjadi di 28 titik terdiri dari banjir, longsor hingga pohon tumbang. Dari jumlah itu, banjir dan longsor melanda masing-masing 5 kecamatan.

    Lima kecamatan itu masing-masing, Sempor, Karanggayam, Sruweng, Pejagoan dan Karanganyar . Total ada 14 titik lokasi.Adapun banjir juga terjadi di 5 Kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Gombong, Kecamatan Adimulyo, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kuwarasan dan Kecamatan Sempor. Banjir ini total terjadi di 9 titik lokasi.

    "Banjir terjadi akibat luapan sungai dan tanggul jebol,"  kata Kabid Penanggulangan BPBD Kebumen, Drs Muhyidin, didampingi Bako Humas, Heri Purwoto, Sabtu pagi (8/12).

    Selebihnya, yakni 9 titik, berupa pohon tumbang yang tercatat di 5 titik lokasi. Masing-masing Desa Harjodowo Kecamatan Kuwarasan, Desa Sidobunder Kecamatan  Puring, Desa Donorojo Kecamatan Sempor, Desa Grogolpenatus Kecamatan Petanahan dan Desa Pasir Kecamatan Ayah. Tidak ada korban jiwa atau luka akibat kejadian ini.

    "Untuk banjir luapan sampai saat ini sudah surut dan warga sedang melakukan pembersihan. Untuk banjir akibat tanggul jebol saat ini sedang dalam koordinasi penanganan darurat dengan pihak terkait," imbuh Heri Purwoto.

    BPBD Kebumen, imbuh Heri, masih terus melakukan pendataan termasuk jumlah kerugian. Di saat yang sama, dilakukan penanganan bencana dengan mengirim bantuan logisitk dan upaya penanganan darurat dengan koordinasi berbagai pihak terkait. (cah/drn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top