Honda GTR

  • Berita Terkini

    Selasa, 11 Desember 2018

    Truk Hilang Kendali, 4 Orang Tewas di Brebes

    RADARTEGAL
    BREBES–  Tak disangka tak dinyana, siang hari itu, Senin (10/12/2018), sekitar pukul 11.45 WIB, adalah hari nahas bagi sebagian warga yang berada di sekitar RS Siti Aminah Muhammadiyah, Jalan Pangeran Diponegoro, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.



    Tiba-tiba, kesibukan warga saat berkativitas berubah menjadi jeritan dan teriakan histeris bersahutan tatkala sebuah truk tronton Nopol B 9370 WYT yang dikemudikan Wasroni,  35, warga Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, merangsek halaman depan RS Siti Aminah.



    Sebelumnya, truk beras yang melaju dari arah Purwokerto (selatan) menuju Tegal (utara) itu melintasi jalur menurun yang panjang dari Paguyangan hingga Pagojengan. Selepas turunan  flyover  Kretek, diduga truk mengalami kendala dalam sistem pengereman dan transmisi (perseneling). Akibatnya, truk melaju kencang tanpa dapat mengurangi kecepatan. Dengan demikian, saat melintasi pertigaan jalan lingkar Bumiayu-Pagojengan, truk bukannya berbelok melalui jalan lingar, tapi justru lurus memasuki Kota Bumiayu.



    "Dari atas sudah cepat, sopir sepertinya tidak bisa lagi mengarahkan truk masuk ke jalur lingkar Bumiayu. Jadinya lurus, masuk arah kota,ungkap Jamali, 38, warga Pagojengengan, saksi mata di lokasi kajadian kepada  Radar .


    "
    Menurut dia, truk yang sudah tidak dapat lagi dikendalikan itu terus melaju dalam kecepatan cukup tinggi. Selepas jembatan Kali Kalong (Brug Bodol), sekitar 300 meter dari pertigaan jalan lingkar Pagojengan, truk mulai menabrak satu unit mikrobus dan truk diesel hingga kedua kendaran terdorong ke luar jalan.



    Tidak berhenti sampai di situ, truk terus melaju memasuki wilayah Jatisawit sembari menyambar sejumlah kendaraan yang tengah dikendarai warga. Truk baru berhenti setelah menabrak halaman depan yang juga pintu masuk RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu yang berjarak sekitar 550 meter dari jembatan Kali Kalong, dengan menabrak belasan kendaran yang tengah terparkir.



    "Yang saya tahu, truk juga menabrak pengendara sepeda motor Yamaha Mio di Pertigaan Muncang. Selanjutnya menabrak mobil boks, minibus dan sebuah skuter,'"  ungkap Irwanto, 47, warga Jatisawit, saksi mata lainnya.



    Berdasarkan data yang berhasil  Radar  himpun di lapangan, akibat peristiwa maut tersebut menyebabkan dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua lainnya meninggal dunia saat dalam penanganan di RS Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu.



    Korban tewas teridentifikasi masing-masing bernama Pranggono Seno, 45, warga Desa Karangkedawung, RT 004 RW 002, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas; Siti Khalimah, 32, warga Dukuh Waringin, Desa Cinanas, RT 002 RW 006, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes; Katam, 56, warga Dukuh Karanganyar, RT 005 RW 006, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes; dan Irfan Ardiyanto, 23, Warga Dukuh Krajan I, RT 003 RW 002, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.



    Kerusakan kendaraan dalam jumlah cukup banyak, sebab saat kejadian truk juga menabrak kendaraan yang terparkit di halaman RS Siti Aminah Bumiayu, sebelum akhirnya menabrak bangunan depan rumah sakit tersebut.



    Terpisah, Kasat Lantas Polres Brebes AKP Rikha Zulkarnain mebenarkan terjadinya insiden tersebut. Dia mengatakan, selain melakuka oleh TKP pihaknya bersama jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes segera melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan.



    "Sedang kita dalami penyebabnya, kita lekukan pengecekan. Baik pengemudi, kondisi truk dan lainnya bersama Dinas Perhubungan, " terangnya.



    Selain korban tewas, kecelakaan juga menyebabkan tujuh orang menderita luka berat dan ringan. Mereka adalah Sidqi Hamzah yang baru berusia 7 hari, Ahlam Zahra, 5; dan Nur Adi Saputra, 33, ketiganya adalah bapak dan anak warga Dukuh Waringin Desa Cinanas, RT 002 RW 006, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Kemudian Arnam, 65, warga Desa Karangtengah, Banyumas; Aris Budiono, 19, warga Dukuh Karangsalam, RT 007 RW 008, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu; Karyono, 41, warga Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan, dan Panji Athariq, 21, warga Desa Kedaung Wetan, Tanggerang.



    Arus lalu lintas di dalam kota Bumiayu sempat ditutup menyusul dilakukannya evakuasi terhadap belasan kendaraan yang menjadi korban kecelakaan truk maut. Diketahui, terdapat 14 unit kendaraan jenis mobil dan 19 unit sepeda motor mengalami rusak parah dan ringan akibat peristiwa maut tersebut.



    Sekadar informasi, kejadian kecelakaan maut di depan RS Siti Aminah Bumiayu bukan kali pertama terjadi. Sekitar tujuh bulan lalu, tepatnya pada  Minggu (20/5/2018) sekitar pukul 15.50 WIB, sebuah truk pengangkut gula pasir dengan Nopol H 1996 CZ diduga mengalami rem blong saat melintasi flyover Kretek, Jatisawit, yang menurun.



    Awalnya truk menabrak mobil dan menghantam warga yang berada di pinggir jalan. Peristiwa tersebut juga terjadi di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu.


    Akibat kecelakaan itu, 12 warga tewas dan 9 orang warga lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Seluruh korban peristiwa naas itu disebut sedang berada di lokasi untuk menunggu waktu berbuka puasa.



    Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Bakharudin, didampingi Kapolres Brebes saat itu menyatakan, selain jumlah muatan yang melebihi tonase, kecelakaan diduga akibat kondisi jalan yang menurun sejauh kurang lebih 3 km.


    " Jalan menurun mulai dari Paguyangan dan di situ ada  flyover  Kretek dan menurun lagi sejauh 3 km,"  ungkap Kombes Pol Bakharuddin.



    Mestinya, kendaraan berat itu akan melintasi jalan lingkar. Namun, karena tidak terkendali akibat rem tidak berfungsi, maka mobil masuk wilayah kota. "Saya tegaskan ini bukan karena rem blong melainkan karena faktor tonase yang berlebihan maka kendaraan terdorong tanpa kendali,"  ungkap Dirlantas.



    Saat kondisi jalan turun, truk dengan muatan berat berisiko mengalami hal serupa. Rem tidak bisa menghentikan kendaraan akibat dorongan yang kuat dari beban kendaraan. Dalam kondisi tidak terkendali, truk muatan gula kristal ini tidak bisa masuk jalan lingkar. Truk ini malah memasuki kawasan kota.  (pri/wan/fat)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top