Honda Vario Duo 20-21 Feb 2019

  • Berita Terkini

    Selasa, 04 Desember 2018

    Mengkudu Bisa Jadi Solusi Tingginya Kematian Ikan di Musim Hujan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski diharapkan oleh petani, namun bagi para pengusaha ikan musim hujan dapat menjadi malapetaka. Pasalnya air hujan yang mengandung asam tinggi dapat memicu kematian massal bagi ikan yang dipeliharanya.

    Untuk itu mengkudu atau buah pace dapat menjadi solusi yang ampuh untuk menanggulangi hal tersebut. Dengan menggunakan buah yang mempunyai nama latin Morinda Citrifolia itu, ikan yang dipelihara di kolam dapat terselamatkan dari kematian.

    Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Pesona Wachidun Kusniyanto (45) menyampaikan setiap ikan mempunyai ketahanan beradaptasi dengan keasaman yang bervariasi. Ikan yang tidak tahan beradaptasi dengan keasaman, tentunya akan cepat mati saat terjadi berubah air secara mendadak.

    Air hujan mengandung asam tinggi, itu pula dapat mematikan ikan yang dipelihara dalam kolam. “Itu lumrah dialami oleh para peternak ikan konsumsi seperti ikan lele, nila, mas, dan bawal serta gurami di musim hujan. Terutama jika ikan tersebut masih kecil,” tuturnya, Senin (3/12/2018).

    Warga RT 3 RW 2 Desa Jatimulyo Kecamatan Alian ini pun menjelaskan, saat terjadi pergantian musim dari kemarau ke hujan, ikan perlu ditingkatkan daya tahan tubuhnya. Ini dapat dilakukan dengan buah mengkudu atau pace. Dengan meningkatnya daya tahan ikan, dapat meminimalisir angka kematian. “Dosisnya satu buah mengkudu untuk dua kubik liter air,” paparnya.

    Kendati demikian, lanjutnya, buah mengkudu yang baik digunakan yakni yang sudah masak. Caranya, buah mengkudu dihancurkan, dapat diremas atau menggunakan blender. Setelah itu dimasukkan ke kolam ikan. “Yang baik yang sudah masak. Namun yang belum masak juga tetap dapat digunakan,” katanya.

    Sedangkan untuk menetralisir keasaman akibat air hujan, dapat dilakukan mengunakan garam. Ini bisa menggunakan garam dapur atau garam khusus ikan. Dalam hal ini yang lebih direkomendasikan yakni garam khusus untuk ikan, mengingat kandungannya murni NaCl (tanpa iodium). Garam bersifat sebagai buffer atau penjaga keasaman larutan. “Dosisnya adalah setengah ons permeter kubik. Dengan begitu maka peternak dapat menghitung sendiri berapa kebutuhan garamnya,” ucapnya, (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top