• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Senin, 31 Desember 2018

    Indahnya Curug Sindaro, Alternatif Wisata Alam Tahun Baru

    ahmad Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)Tak lengkap rasanya menikmati liburan tahun baru tanpa berekreasi dan berwisata. Selain soal keramaian di malam pergantian tahun, wisata alam juga mendapat tempat tersendiri di hati para wisatawan. Curug Sindaro, yang berlokasi di Wadasmalang Kecamatan Karangsambung ini bisa menjadi alternatif.

    Curug Sindaro berada di himpitan lembah perbukitan. Lokasinya, di ujung Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung. Persisnya di  Dukuh Kalikecot, RT 1 RW 7 Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung.

    Air terjun ini memiliki ketinggian 25 meter dengan area 100 meter dan berada di bagian hilir Sungai Kedungbener. Tenang dan damai. Itulah kesan pertama yang didapat saat berkunjung ke sana. Tepat sekali bagi mereka yang mencari inspirasi serta mengisi "baterai" menyambut datangnya tahun baru 2019.

    Air terjun bertingkat ini terbuat secara alami diatas batu hitam bertingkat dua lantai.

     Nam Curug Sindaro diambil dari nama bukit pertanian milik warga yang menyebutnya dengan Sindaro.



    Curug yang berada 13 KM dari pusat kota Kebumen ini mudah dijangkau dengan kandaraan roda 2 dan roda 4.
    Bagi para wisatawan yang hendak berlibur kesini dengan angkutan umun bisa memulai perjalanan dengan angkutan berwarna kuning tujuan Kebumen - Krakal dengan ongkos sekitar Rp 5 ribu untuk satu penumpang

    Setibanya di pasar Indrakila atau sering dikenal dengan pasar Krakal, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan ojek dengan ongkos Rp 15 ribu. Di dalam perjalanan wisatawan disuguhkan keindahan alam bentang sawah nan luas di daerah itu.

    Usai berkendara sekitar 45 menit dari pusat kota Kebumen, wisatawan mulai berjalan kaki menuju tempat lokasi wisata dengan menyusuri jalan setapak dan anak tangga sekitar 10 menit sudah bisa melihat indahnya curug Sindaro dari atas jembatan kecil.



    Baru - baru ini, Curug Sindaro mengalami perubahan seiring banyaknya wisata yang berkunjung. Seiring dengan itu, pihak pengelola curug Sindaro yang secara langusung dikelola oleh Bumdes dan Pemerintah Desa Wadasmalang, membenahi akses menuju ke sana.
    Mulai dari akses pembuatan jalan setapak, bendungan berundak, hingga spot jembatan yang melintang d atas sungai yang berlatar belakang langsung curung Sindaro.



    Ketua Bumdes,Desa Wadasmalang,  Muhammad Mukhsin,
    mengatakan curug Sindaro difungsikan sebagai wisata sejak tahun 2015. Namun hingga saat ini memang belum diresmikan karena akses jalan yang masih dalam tahap pembenahan.

    Pembangunan dan pembelahan curug Sindaro baru dimulai sejak awal 2018 lalu yakni dengan inovasi wahana seperti, jembatan, kolam, dan rencana pembuatan taman dan gazebo di lokasi  curug.

    "Ini akan terus kami kembangkan, kemungkinan target dapat kami resmikan pada awal April 2019 mendatang setelah selesai pembenahan," katanya yang kemarin didampingi Yoyon Maryono, pengelola curug Sindaro.



    Sebelumnya curug Sindaro telah dikenal dengan beberapa kali menjadi tempat syuting acara Tv nasional Trans 7 seperti Si Bolang dan MTMA. Namun hingga saat ini obwis satu ini belum menarif tiket bagi pengunjung.



    "Meski sudah dikenal dan beberapa kali jadi tempat syuting televisi nasional, kami belum menarif tiket. Hanya biaya penjagaan parkir saja itupun tarifnya sukarela," tambah Mukhsin.



    Meski begitu, pengunjung wisata curug Sindaro terus bertambah. Dalam sehari berhitung sekitar 100 hingga 200 wisatawan berkunjung di obwis itu. Mereka menikmati alam, mandi dibawah air terjun dan berswafoto.



    Selain memikmati keindahan alamnya di sekitar Curug Sindaro juga terdapat sejumlah pedagang makanan khas desa setempat, meski jumlahnya belum banyak namun dapat menjadi alternatif saat isi perut.



    Makanan yang disajikanpun cukup khas dan tradisional seperti nasi oyek, mendoan, pecel, kripik cantor hingga sambal Cui yang harganya cukup murah.

    "Yang khas itu nasi Oyek dan sambal Cui yakni sambal terbuat dari cabe dan ikan asin yang digoreng dan disambal secara bersamaan," beber Mukhlis.



    Mukhlis berharap adanya pembenahan dan akses jalan yang mudah ke curug Sindaro dapat mengentaskan pengangguran di desa setempat serta mengangkat wisata diwilayah kebumen utara. (*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top