• Berita Terkini

    Kamis, 20 Desember 2018

    Bangun Tol , Jakarta- Surabaya Hanya 10 Jam

    JAKARTA - Persiapan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dinilai sudah matang. Polri memastikan bahwa untuk jalan tol Jakarta- Surabaya dapat ditempuh dengan waktu 10 jam. Ramp chek untuk angkutan umum juga bakal ditingkatkan.


    Tak hanya itu, antisipasi terjadinya aksi teror ternyata begitu pesat. Bila sebelumnya hanya disebut 4 terduga teroris ditangkap, namun kini dipastikan 21 terduga teroris ditangkap jelang Nataru. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa Korlantas bersama kementrian lainnya telah melakukan survey kondisi jalan tol Jakarta Surabaya. "Semua diperiksa," paparnya.


    Dalam survei itu memang diketahui sebagian besar sudah merupakan jalan tol operasional. Hanya ada beberapa bagian yang merupakan jalan tol fungsional. Yang menarik, hasil survei ini  menunjukkan bahwa waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya terpangkas. "Hanya jadi 10 jam dari Jakarta ke Surabaya," terangnya.


    Untuk wakru tempuh Jakarta-Semarang hanya sekitar 6 jam dan waktu tempuh Semarang-Jakarta hanya 4 jam. Waktu tempuh itu dalam kondisi yang normal. "Dengan begini pemudik bisa lebih cepat," paparnya.


    Perlu diketahui sebelumnya waktu tempuh Jakarta-Surabaya melalui tol sekitar 13 jam hingga 15 jam. Tito menuturkan bahwa dengan ini diharapkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. "Yang penting itu keselamatan," urainya.


    Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa diprediksi peningkatan lalu lintas akan terjadi di Indonesia Timur, khususnya perjalanan melalui jalur laut, kapal laut. "Lonjakan penumpang kemungkinan dari Kupang ke Papua dan Makassar ke Papua," paparnya.


    Untuk memastikan keamanannya, setiap kapal yang beroperasi akan dilakukan ramp check. Dia menuturkan, ramp check ini wajib bagi setiap kapal dan bila ditemukan tidak layak, tidak diperbolehkan beroperasi. "Itu aturannya," ujarnya.


    Tito menambahkan bahwa untuk mengantisipasi aksi terorisme Densus 88 Anti Teror melakukan upaya penangkapan terhadap 21 terduga teroris di sejumlah kota, diantaranya, Aceh, Jogjakarta, Makassar dan Jambi. "Mereka diduga terlibat kelompok terorisme," paparnya.


    Mereka sebagian besar masih terkait dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). "Tapi, ada dua orang terduga teroris yang baru pulang dari Suriah. Mereka belum bisa dipastikan, bisa jadi malah tertipu tawaran menggiurkan di Suriah," ujarnya. (idr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top