Honda GTR

  • Berita Terkini

    Kamis, 13 Desember 2018

    Ada Nostalgia di Balik Peristiwa Tergelincirnya Truk LPG 15 Ton di Kebumen

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Dalam dua hari terakhir, perhatian warga Kebumen tersita oleh peristiwa tergelincirnya truk tanki Pertamina bermuatan LPG cair 15 ton di Jalur Kebumen-Banyumas, Desa Kebulusan, Pejagoan Selasa (11/12/2018). Maklum, ada kekhawatiran truk bakal meledak.

    Selain itu, proses evakuasi yang memakan waktu dua hari juga membuat peristiwa itu menyedot perhatian warga. Belum lagi, dampak dari peristiwa itu, dimana Polisi mengalihkan arus lalu lintas agar proses evakuasi badan truk berikut muatannya tidak terganggu.

    Nah, cerita menarik datang dari pengalihan arus lalu lintas ini. Yakni hilir mudiknya kendaraan besar yang harus melalui wilayah perkotaan. Pemandangan ini menjadi tak biasa, mengingat sebelumnya kendaraan-kendaraan besar itu melintas di Jalur Lintas Selatan (JLS).

    Situasi ini mengingatkan kembali  akan kondisi Kota Kebumen di tahun 1998. Dimana saat itu,  terminal lama kebumen yang saat ini menjadi taman kota Kebumen atau Taman Sarbini masih difungsikan.

    fotosaefur/ekspres
    Samiyo (58) warga Desa Kembaran, salah satu yang orang yang ikut "terlempar" ke masa 1998 terkait kecelakaan di Pejagoan. "Suasananya seperi dulu jalan kota jadi ramai, banyak kendaraan, bus dan truk besar melewati jalan kota, tarikan becak juga lumayan, melihat keramaian ini jadi rindu kebumen pada jamna dulu," kata tukang becak yang biasa mangkal di depan pasar Koplak Kebumen tersebut.

    Adanya iring-iringan kendaraan besar masuk kota juga menjadi pemandangan tersendiri bagi warga. Terutama saat terjadi penumpukan kendaraan seperti di pertigaan Wonoyoso, Jl Kusuma. Lucunya, warga tidak merasa terganggu dengan situasi itu. Malah, mereka menikmatinya.


    "Pas pagi berangkat sekolah ramai banget ada truk dan bus besar lewar kota, seperi suasana kota besar," kata. Andriana (16) salah satu siswa SMK di Kebumen.

    Tak hanya itu keramaian kota akibat pengalihan arus juga dirasakan sejumlah pedagang kuliner kaki lima di Kebumen. Pasalnya, sejumlah pengendara luar kota sempat berhenti dan makan di wilayah kota.  "Alhamdulillah karna jalan ramai. Dagangan juga lumayan laris," kata Riyanto (50) salah satu pedagang Mie Ayam keliling.

    Keramaian kota Kebumen dalam satu hari kemarin juga dikarenakan bertepatan dengan hari pasaran kebumen dimana hari Rabu merupakan pasaran Tumenggungan dan Koplak serta lokasi terminal colt Kebumen ramai dipenuhi pedagang kaki lima yang menjual berbagai dagangan. Mulai pasar loak hingga sembako. "Biasa kalau hari Minggu dan Rabu dari dulu pasaran kebumen pasti rame," kata Suteja (65) warga Desa Buluspesantren.



    Seperti diberitakan sebelumnya, truk bermuatan gas LPG 15.000 kilogram bernopol AB 8691 AD milik PT  Mataram Bhumi Kirana itu mengangkut LPG cair dari Depo LPG Cilacap menuju   Wonosari Kabupaten Gunungkidul  mengalami kecelakaan di Jalur Lingkar Selatan, Selasa (11/12/2018) dini hari.

    Butuh waktu  hampir 2 x 24 jam untuk mengevakuasi truk tanki itu. Pada Rabu siang sekitar pukul 14.16 WIB, truk sepenuhnya berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak menimbulkan insiden yang tidak diinginkan. (saefur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top