Honda Vario Duo 20-21 Feb 2019

  • Berita Terkini

    Kamis, 29 November 2018

    Warga Perum GJI Kebumen Sulap IPAL Komunal Jadi Taman Nan Cantik

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Mendengar tempat pembuangan limbah tinja bayangan tak sedap mungkin menjadi yang pertama terlintas di benak kita. Menjadi menarik melihat ide serta inovasi warga  RT 05 RW 01 Perumahan  Griya Jatisari Indah (Perum GJI), Jatisari, Kebumen ini.

    Warga setempat membangun taman di atas pembuangan limbah tinja. Melihat sekilas, tak terbayangkan taman tersebut dibangun di atas limbah tinja. Apalagi, taman dicat dengan warna-warni pelangi. Alih-alih dijauhi, taman itu kini menjadi tempat bersosialisasi warga hingga menjadi tempat swafoto alias selfie.

    Imam Muthoha, warga setempat, Rabu (28/11/2018).menyampaikan, taman itu diberi nama Taman Jumbleng Pelangi Griya Jatisari Indah (TJP GJI).   Idenya adalah bagaimana membuat lahan yang kurang produktif menjadi multifungsi.

    Lalu muncullah ide penggabungan dari bangunan IPAL/SPAL “Pembuangan Air Limbah Komunal” dan taman sebagai ruang publik.

    "Jumbleng berasal dari istilah lain Kakus alias Sapiteng dalam bahasa lokal Kebumenan. Warna warni pelangi diambil agar kesan kumuh dan kotor dari Jumbleng tersebut tidak tampak lagi. Warna warni pelangi di harap akan membawa sugesti kegembiraan dan keceriaan," kata pria yang sehari-hari berprofesi sebagai arsitek sekaligus orang yang membidani lahirnya TJP GJI tersebut.


    Dia berharap, munculnya TJP GJI akan banyak membawa efek sugesti gembira bagi warga setempat. "Dulunya lokasi ini adalah lokasi pekarangan kosong dengan tanaman liar yang terkesan kumuh dan menyeramkan pada malam hari. Kini telah berubah menjadi Ruang Publik dengan Bangunan Balai Serbaguna RT dan Taman Warna warni berada di area depannya," imbuh pria yang baru saja dikaruniai anak kedua itu.


    Taman menjadi penting sebagai tempat ruang publik untuk berkumpul warga. Apalagi, di jaman sekarang ini dimana banyak warga masyarakat disibukkan dengan pekerjaan sehingga kurang bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar. Jadi, taman juga menjadi tempat yang cocok untuk bersilaturahmi antar warga.

    "Sekali lagi, taman ini diharapkan bisa menjadi ruang ruang rekreasi sederhana. Ibu-ibu dengan macam rumpian sorenya, Bapak-bapak dengan macam kegiatan di malam hari, dan anak-anak bisa memanfaatkan sebagai area bermain," kata Arsitek yang hasil rancangannya sudah banyak mewarnai Kota Beriman ini. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top