BPJS

BPJS

Job Fair 2019

  • Berita Terkini

    HONDA CBR 150

    Kamis, 01 November 2018

    Taufik Kurniawan Tersangka, Anggota DPR RI Dapil VII Jateng Terancam

    JAKARTA – Dugaan suap yang membelit Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kian memanas. Sebab, penyidikan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu berpotensi merambet ke anggota DPR lain. Terutama yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII yang meliputi Kebumen, Banjarnegara dan Purbalingga.


    Sebab, berdasar fakta persidangan Bupati Kebumen (nonaktif) M. Yahya Fuad menyebutkan tidak hanya Taufik saja yang dimintai bantuan soal pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) fisik. Melainkan, sejumlah pimpinan DPR dan petinggi partai politik lain. Namun, sejauh ini hanya Taufik saja yang mau membantu Yahya mengegolkan DAK sebesar Rp 93,37 miliar. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar sebagai fee.


    Baca juga:
    (Siapa Susul Taufik Kurniawan dan Cipto Jadi Tersangka KPK?)


    Terkait keterlibatan anggota DPR dan partai politik tersebut, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyerahkan semuanya pada hasil penyidikan. Menurut dia, pihaknya tidak bisa mengintervensi para penyidik dalam mengembangkan penyidikan tersebut. ”Ini (pengembangan penyidikan, Red) sangat bergantung dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim,” ujarnya, kemarin (31/10).


    Basaria menegaskan, pihaknya tidak menggubris intervensi dari pihak manapun. Termasuk, dari salah satu tokoh partai politik (parpol) tertentu yang beberapa waktu lalu mendatangi kantor KPK. Menurutnya, penyidikan Taufik terkait pengalokasian DAK Kebumen murni pengembangan perkara yang dilakukan oleh tim. ”Sama sekali kami tidak akan terpengaruh dari mana pun.”


    Basaria menegaskan, lembaganya juga tidak terafiliasi dengan kepentingan parpol tertentu. Sehingga, tudingan bahwa KPK tebang pilih terhadap kasus-kasus korupsi tidak relevan dengan kinerja komisi antirasuah tersebut selama ini. ”KPK bukan instansi yang bergerak di bidang politik, kami penegak hukum, cara berpikirnya adalah fakta, bukti-bukti penemuan oleh penyidik,” tegasnya.


    Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, penyidik berencana memeriksa Taufik Kurniawan sebagai tersangka hari ini (1/11). Dalam pemeriksaan perdana itu, Febri meminta Taufik kooperatif dengan memenuhi panggilan. ”Kami imbau agar saudara TK (Taufik Kurniawan, Red) kooperatif dan datang pada pemeriksaan besok (hari ini, Red),” ungkapnya.

    Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo menyampaikan rasa prihatin atas status tersangka Taufik. Drajad memastikan bahwa PAN akan memberikan dukungan kepada Taufik terkait kasus yang dialami. ”Tentu PAN akan membantu Taufik, bisa dalam bentuk bantuan hukum, dukungan moral, dan sebagainya,” kata Drajad kepada Jawa Pos.


    Di sisi lain, Drajad juga memberi dukungan kepada KPK terkait proses penegakan hukum. Drajad berharap, proses penegakan hukum di KPK bisa berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. ”Dengan harapan KPK juga menjunjung tinggi keadilan,” ujarnya.


    Di sisi lain, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyatakan, status Taufik berpotensi menganggu kinerja DPR dan citra partai. Sebab, posisinya sebagai pimpinan DPR merupakan juru bicara sekaligus simbol DPR. ”Posisi Mas Taufik akan kami evaluasi di pimpinan DPR,” kata Yandri.


    Yandri menyatakan, dalam waktu dekat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Sekjen Eddy Soeparno akan menggelar rapat internal bersama pengurus DPP, membahas posisi Taufik. Pada intinya, PAN ingin agar masalah hukum Taufik tidak menganggu kinerja DPR. ”Kami juga ingin supaya Mas Taufik bisa konsentrasi, fokus pada persoalan yang membelitnya,” ujarnya. (tyo/bay)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top