• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 03 Oktober 2018

    Siswa SMK Purnama 2 Gombong Sabet Medali dari Kapolri Cup 2018

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Prestasi membanggakan diraih Fathur Ariyansyah (16), siswa kelas X SMK Purnama 2 Gombong. Dia baru saja membawa pulang medali dalam turnamen Taekwondo Kapolri Cup 2018 yang digelar di GOR Popki Cibubur Jakarta Timur, 14-16 September 2018 kemarin. Turun pada kelas 55 kg, Fathur menyabet medali perak.

    Prestasi ini tak pelak membuat Kepala Sekolah SMK Purnama 2 Gombong, Sutopo Hadi Sudarmo berbangga hati. Maklum, torehan prestasi Fathur bukan sekedar mengharumkan nama sekolah melainkan Kabupaten Kebumen bahkan Jawa Tengah.

    "Ini prestasi kelas nasional. Pesertanya mencapai 5 ribu atlet taekwondo dari seluruh Indonesia," ujarnya didampingi Komite Sekolah, Ir Joko Waluyo, Senin (1/10/2018).

    Ada cerita lucu sekaligus mengharukan diungkap Sutopo terkait prestasi siswanya itu. Awalnya, pihak sekolah tidak tahu Fathur juara di ajang kejuaraan tingkat nasional. Sebab, Fathur hanya meminta ijin kepada wali kelas untuk tidak masuk sekolah karena bertanding.

    "Anak ini hanya meminta ijin kepada wali kelas untuk tidak masuk sekolah dengan alasan bertanding pada  14-16 September kemarin. Kami baru tahu dia juara setelah kembali masuk sekolah," kata Sutopo sambil geleng-geleng kepala.

    Yang bikin terharu, belakangan terungkap Fathur berangkat dengan biaya sendiri. Sudah begitu, Fathur ternyata hanya mendapatkan penghargaan berupa piagam dan medali. Tidak lebih dari itu.

    Mengetahui hal itu, pihak sekolah lantas memberikan penghargaan kepada Fathur. Dalam upacara bendera Senin pagi atau bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila (1/10), Kepala Sekolah memberikan tali asih kepada Fathur. Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen, Drs Sri Hartanto.

    "Semoga penghargaan ini semakin memotivasi Fathur untuk terus berprestasi dan menginspirasi siswa yang lain," ujar Sutopo diamini Joko Waluyo.


    Fathur mengatakan, prestasi yang diraihnya tak lepas dari ketekunan berlatih. Dia berlatih nyaris 7 hari dalam seminggu. Biasanya, dia berlatih di Dojan Dragon King Desa Wero Kecamatan Gombong di bawah bimbingan sang pelatih, Slamet. Untuk menambah porsi latihan, Fathur juga berlatih di Kecamatan Karanganyar.

    "Saat bertanding di Cibubur kemarin saya berangkat bersama pelatih. Ada 8 atlet yang bertanding termasuk saya. Kami meraih 4 emas dan 4 perak. Gak nyangka bisa juara," ujar anak kedelapan dari 8 bersaudara pasangan suami istri Madarjo-Rujiati, warga Desa Patemon Kecamatan Gombong tersebut.

    Hebatnya, Fathur baru menggeluti taekwondo sejak duduk di bangku SMP persisnya di SMPN 4 Gombong. Berawal dari melihat di youtube, Fathur jatuh cinta terhadap cabang olahraga bela diri itu. Dasar berbakat, hanya dalam empat tahun berlatih, Fathur sudah berprestasi. "Sebelumnya pernah jadi juara nasional di bangku SMP," katanya.

    Fathur mengaku taekwondo tak hanya memberinya prestasi. Namun juga menanamkan rasa disiplin dan jiwa sportifitas. Dia pun berharap, pemerintah dapat lebih peduli kepada atlet-atlet berprestasi. "Mudah-mudahan besok pemerintah lebih memberi perhatian kepada para atlet berprestasi," ujar remaja yang bercita-cita jadi tentara itu. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top