BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Rabu, 24 Oktober 2018

    Saat para Penyandang Disabilitas Bergaya di Atas "Catwalk"

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-RumahInklusif yang berada di RT 1 RW 1 Desa Kembaran Kebumen menggelar Pameran Batik  Pegon dan Fashion Show. Ini dilaksanakan di Joglo Inklusif yang masih satu komplek dengan Rumah Inklusif. Batik Pegon yang dipamerkan merupakan hasil dari keluarga disabilitas, Selasa (23/10/2018).

    Acara Fashion Show juga diikuti oleh para penyandang disabilitas. Beberapa diantaranya bahkan harus menggunakan alat bantu berjalan dan kursi roda saat catwalk. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kabumen Drs H Tri Nugroho Tri Waluyo, Kepala Desa Kembaran Suparno.

    Ketua Rumah Inklusif Muinatul Khoiriyah menyampaikan bukan hanya soal kualitas atau mutu dari sebuah batik yang dipamerkan, melainkan proses. Setiap goresan dari Batik Pegon merupakan proses dari keluarga inklusif untuk meningkatkan kompetensi. “Potensi mereka dapat berkembang dengan baik, jika mendapat dukungan dan kesempatan,” tuturnya.

    Selama ini lanjut Muinatul, banyak yang melihat kekurangan pada kaum disabilitas. Padahal tidak semestinya kekurangan tersebut menjadi pusat perhatian. Pandangalah bahwa mereka mempunyai potensi yang tidak kalah besar dengan manusia pada umumnya. Sayangnya baik keluarga atau masyarakat umum terkadang cenderung tidak memberi kesempatan. “Mereka bisa berkembang dan menghasilan prestasi yang gemilang,” katanya.

    Keluarga yang mempunyai anak disabilitas, terkadang justru menutup-nutupi. Padahal dengan menutup-nutupi hal tersebut membuat penyandang disabilitas kurang bersosialisasi. Ini juga salah satu hal yang menutup potensi mereka. Padahal jika tidak diperlakukan beda, disabilitas juga tetap nyaman menjalani pergaulan dan kehidupannya. “Mereka sebenarnya enjoi meski mempunyai kekurangan. Namun faktor lingkungan yang terkadang membuat mereka seperti terpinggirkan,” paparnya.

    Kepala Desa Kembaran Suparno menyampaikan jika adanya karya batik pegon diharapkan terus dapat dikembangkan. Ini merupakan karya besar dengan melihat proses yang begitu panjang. Untuk itu jangan hanya berhenti disini melainkan terus kembangkan.

    Sementara itu  Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kabumen Drs H Tri Nugroho Tri Waluyo menyampaikan sudah menjadi tugas bersama untuk menyosialisasikan Batik Pegon. Dengan itu maka karya-karya keluarga Inklusif dapat diketahui oleh masyarakat banyak. “Teruslah berkarya dan jangan berhenti untuk meningkatkan kompetensi,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top