Honda VARIO

  • Berita Terkini

    Rabu, 31 Oktober 2018

    Kembangkan Potensi Daerah, Pemkab Kebumen Butuh STP

    KKhakim Fisabil
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Salah inventor Kebumen Khakim Fisabil menegaskan pentingnya Science Techno Park (STP) dalam mengembangkan potensi daerah di kabupaten berselogan Beriman ini. STP sendiri dirancang untuk pengembangan pusat inovasi baru di kawasan terpadu. Ini dilaksanakan  dalam rangka meningkatkan keunggulan daerah.

    Kini beberapa wilayah Jawa Tengah telah membangun STP. Beberapa diantaranya yakni  Solo dengan nama Solo Techno Park. Sragen dengan nama  Sragen Techno Park. Jepara dengan nama Marine Science Techo Park dan  Grobogan dengan nama Techno Park Grobogan. Selain itu Semarang juga telah membangun  Science Techo Park. “Ini juga seperti yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Kemenristekdikti. STP dirancang untuk pengembangan pusat inovasi baru di kawasan terpadu dalam rangka meningkatkan keunggulan daerah,” tuturnya, Selasa (30/10/2018), saat ditemui di UMNU Kebumen.

    Jika Kabupaten Kebumen memiliki STP, lanjutnya, “Kebumen Techo Park” nantinya dapat menjadi penyedia pengetahuan terkini bagi para Mahasiswa dan Pelajar. Ini juga menjadi solusi teknologi dalam memecahkan persoalan di masyarakat. STP juga menjadi pusat pengembangan aplikasi teknologi tepat guna. “ STP mempunyai peran utama dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi. Selain itu juga menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT). STP juga mampu menarik industri ke dalam kawasan, sehingga terbentuk/tercipta lingkungan yang benar-benar inovative,” katanya yang juga merupakan Pimpinan CreNova itu.

    Khakim yang juga perancang Power Star itu menjelaskan STP akan menggabungkan ide dan inovasi, dari dunia akademik dan dan dunia bisnis. Sehingga dari penggabungan itu dapat meningkatkan dan mempercepat pengembangan produk inovasi ke produk yang dapat dipasarkan. Ini baik produk ciri khas lokal maupun bukan.

    Harapannya dapat memperoleh profit sebesar-besarnya, untuk kemakmuran Masyarakat. “Hal ini senada dengan amanah dalam Perubahan Ke 4 UUD Tahun 1945 Pasal 31 (Ayat 5) yakni, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia,” paparnya.

    Di Kebumen banyak sekali Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari di Perguruan Tinggi maupun SMA/SMK sederajat. SDM juga banyak dari Masyarakat secara luas dengan tidak memandang status Pendidikan. Ini sudah cukup untuk dapat memacu pertumbuhan STP di Kabupaten Kebumen. “Nantinya STP menjadi kawasan terpadu yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Kebumen, yang dapat menunjuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPP3DA) Kabupaten Kebumen atau SKPD yang lain, untuk mengelola STP,” jelasnya.

    Lebih dalam Khakim yang juga merupakan mantan Direktur Politeknik Dharma Patria itu menjelaskan, STP akan dapat berjalan dengan baik, jika ketiga unsur yang ada yakni akademisi, Industri dan Pemerintah Daerah dapat bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama. “Sebenarnya banyak masyarakat Kebumen yang memiliki potensi untuk berinovasi. Namun kebanyakan terkendala oleh dana, peralatan dan pemasaran. Akhirnya daya kreatifitas dan Inovasi mereka terkubur dengan sendirinya.  Mereka lebih memilih bekerja dengan orang lain yang tidak perlu modal dan skill khusus,” ungkapnya.

    Dengan adanya STP, lanjutnya, diharapkan tidak ada lagi Masyarakat Kebumen yang mengubur inovasi dan kreatifitas mereka untuk bisa menjadi StartUp atau pengusaha pemula, dengan alasan tidak ada wadah untuk menampung dan menyalurkan bakat kreatifitas mereka. Inovasi yang dimaksud bukan hanya inovasi teknologi saja melainkan juga bisa makanan, minuman, peralatan dan sebagainya.

    “Seperti yang dilakukan oleh Inovator dari Ambal, berupa minuman kopi yang kemudian dikenal dengan Kopi Yuam. Selain itu Sate Ambal yang bisa bertahan sampai tiga bulan. Power Start juga merupakan inovasi untuk mempertahankan umur Aki kendaraan bermotor. Kami berharap, Pemerintah Kebumen dapat mengikuti kabupaten-kabupaten lain untuk dapat membangun (STP) sebagai wadah bertemunya para Inovator, inventor dan Dunia Bisnis  atau Dunia Usaha dan Dunia Industri,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top