• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Selasa, 02 Oktober 2018

    Bus Nyemplung Parit, 4 Siswa Meninggal Dunia di Brebes

    Foto Ist/radartegal
    BREBES--Bus Pariwisata Agam Tungga Jaya dengan nomor polisi AE 7277 UP masuk parit di KM 236 ruas tola Kanci-Pejagan masuk wilayah Kecamatan Losari, Senin dini hari (1/10/2018)sekitar pukul 00.30. Akibat kecelakaan tersebut, empat penumpang (siswa) meningga dunia.

    Informasi yang diperoleh, bus nahas tersebut membaw rombongan wisata SMP N 1 Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Bus yang dikendarai oleh Adi Sanjaya, 25 warga Desa Suratmajan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan tersebut membawa 48 penumpang. Yang terdiri dari 41 siswa, tiga guru, dua biro dan dua supir.

    Kapolres Brebes AKBP Sugirto melalui Kasat Lantas Polres Brebes KP Moh Rikha Zulkarnaen membenarkan kerjadian tersebut. Selain empat korban MD, sedikitnya 14 korban mengalami luka-luka. Tiga diantaranya mengalami luka berat dan 11 sisanya mengalami luka ringan.

    "Kesemuanya (korban) langsung dibawa ke RS Mitra Plumbon untuk mendapatkan pertolongan," ujarnya.

    Dijelaskannya, sedikitnya ada lima mobil (bus) yang mengangkut rombongan siswa yang akan berwisata tersebut. Nahas, mobil yang berada paling belakang (korban kecelakaan) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) supir tidak bisa mengendalikan lajurnya. Sehingga mengalami kecelakaan.

    "Kondisi jalan di lokasi kejadian itu jalanan lurus. Namun, mobil tiba-tiba oleng ke kiri dan ke luar jalur. Sehingga turun dan terperosok ke parit," jelasnya.

    Untuk sang supir, kata dia, pihaknya telah mengamankannya. Saat ini, sang supir berada di Kanit Laka Lantas Polres Brebes untuk dimintai keterangan. Akibat kejadian tersebut, tidak hanya menelan korban tewas, juga menelan angka kerugian material kurang lebih mencapai Rp 50 juta.

    "Saat ini supir masih dimintai keterangan terkait kejadian ini. Yang jelas, 100 meter sebelum lokasi kejadian ada bekas bas yang diduga supir mencoba mengerem sebelum kejadian," tambahnya.

    Namun saat disinggung mengenai identitas korban yang meninggal dunia, Rikha enggan mengungkapkannya. Sebab, saat ini pihaknya masih akan berkordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga untuk memastikan kepastian tersebut (korban meninggal).

    "Belum. Belum bisa kita ekspos, sebab kita masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga maupun sekolah untuk keabsahan data ini. Yang jelas akibat kejadian itu ada empat korban yang meninggal dunia," pungkasnya.(ded)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top