BPJS

BPJS

Job Fair 2019

  • Berita Terkini

    HONDA CBR 150

    Kamis, 20 September 2018

    Totalitas Berbuah Segudang Prestasi

    Drs Dwi Aries "Totok" Pambrasto
    TAK salah kiranya menyebut Drs Dwi Aries Pambrasto (54) sebagai pelatih bertangan dingin. Sudah tak terhitung lagi, atlet berprestasi lahir dari didikannya. Menariknya, bukan hanya satu cabang. Ya, pria yang akrab disapa Totok itu mampu melahirkan atlet berprestasi dari cabang apapun yang ia tangani.

    Sebut saja hockey, woodball, sepak takraw, dan yang terbaru pentanque dan sejumlah cabang olahraga lain. Atlet didikannya pun tak hanya membawa nama harum Kebumen namun Jawa Tengah hingga Indonesia. Jadi, nama Totok pun sangat familiar bagi dunia olahraga. Totok sendiri saat ini dipercaya menjadi Ketua Pengkab Woodball, Hockey, dan petanque. Di mata koleganya, Totok memang dikenal sangat total dalam dunia olahraga yang sangat dicintainya tersebut.

    Menariknya, Totok mampu mengasah atlet binaannya dari nol. Itu lantaran kejeliannya melihat potensi seorang atlet. Pria yang sehari-hari guru itu mendapatkan potensi itu dari siswa-siswa yang diajarnya. Setelah ada potensi, Totok lalu menggemblengnya hingga menjadi atlet.

    Terbaru, Totok sukses mengantarkan 51 atlet binaannya berlaga dalam ajang Proprov Jawa Tengah Oktober mendatang.  Mereka terdiri dari 24 atlet hockey, 9 atlet woodball, 8 atlet petanque dan 10 atlet sepak takraw.

    Cabang-cabang ini bahkan menjadi salah satu andalan yang diharapkan menyumbang emas bagi kontingen Kebumen. "Jadi pelatih itu harus bisa seperti Polisi, Jaksa dan Hakim. Jadi tahu betul bagaimana menangani para atlet, " ujar pria kelahiran 12 Juni 1964 tersebut terkait resepnya melahirkan atlet berprestasi.

    Ya, sebagai seorang pelatih, nyaris tak ada lagi yang belum dicapai pria berkumis lulusan S2 jurusan Kependidikan Olahraga itu. Kalaupun ada yang masih mengganjal, katanya, masih belum maksimalnya perhatian pemerintah terhadap dunia olahraga di Kebumen.

    Hal itu terlihat jelas saat dia melatih dimana para atletnya mengalami kendala. Seperti ketersediaan peralatan hingga tempat berlatih yang kurang memenuhi standar. "Padahal majunya bidang olahraga merupakan tolok ukur sebuah daerah juga maju, " kata suami Dra Siti Rofingah tersebut.

    Ayah Husna Surya Kusuma dan Dewi Sitoresmi Cahyaningtyas itu kini berharap Kebumen mulai menggarap serius dunia olahraga. Salah satu yang bisa dilakukan, Pemkab bisa membangun sarana olahraga terpadu. Jadi, sebuah tempat yang bisa dipergunakan untuk berlatih bagi banyak cabang olahraga, sekaligus menjadi venue pertandingan olahraga. "Mudah-mudahan suatu saat nanti Kebumen punya Bupati yang gila olahraga," ujar Totok sembari tersenyum. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top