Honda GTR

  • Berita Terkini

    Jumat, 14 September 2018

    Praktek Prostitusi di Kebumen Dinilai Sudah Memprihatinkan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski tempat prostitusi di Pasar Unggas Tamanwinagun telah ditutup oleh Pemkab Kebumen, namun bisnis prostitusi tampaknya masih terus berlanjut. Keberhasilan Satpol PP Kebumen mengamankan Wanita Pekerja Seks (WPS), setidaknya menggambarkan jika bisnis prostitusi masih berjalan.

    Penangkapan WPS itu, menjadi  bukti nyata meski satu tempat telah ditutup, namun prostitusi akan buka di tempat lain. Untuk menanggulangi prostitusi, tidaklah cukup dilaksanakan upaya penutupan saja. Pendekatan agama menjadi penting mengingat prostitusi bukan hanya soal ekonomi melainkan berkaitan erat dengan moralitas.

    Hal ini tegaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Jatimulyo Alian Kebumen Fachrudin Achmad Nawawi. Pihaknya menilai erat kaitanya persoalan prostitusi dengan moralitas.

    “Banyak orang yang hidup miskin, namun tidak memilih jalan itu. Sebaliknya ada yang memilih menjual kehormatan, meski masih mampu mencari yang lain,” tuturnya, di Balai Wartawan Kebumen, Kamis (13/9/2018).

    Pendekatan agama, lajutnya, dapat dilakukan dengan penyuluhan atau lainnya. Hal itu dapat dilaksanakan oleh pesantren bekerjasama dengan Pemeritah Daerah dan Kementerian Agama. “Kerjasama itu diharapkan dapat meminimalisir praktik prostitusi di kabupaten Beriman ini,” jelasnya.

    Gus Fachrudin sendiri mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Selain berdampak pada moralitas, prostitusi juga dapat menjadi penyebaran penyakit HIV/AIDS. Padahal saat ini saja penderita yang belum ditemukan obatya itu AIDS telah banyak di Kebumen. “Kalau tidak ada penanganan yang intensif, dikhwatirkan jumlah penyandang HIV/AIDS akan semakin banyak,” paparnya.

    Selaim dari pemerintah, upaya meminimalisasi prostitusi juga harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Dalam hal ini peran serta masyarakat sangat penting. “Dalam agama telah disebutkan bahwa upaya mencegah kemungkaran dilakukan dengan tiga hal yakni dengan tangan, mulut dan hati,” katanya.

    Pencegahan yang paling ringan dilaksanakan yakni dengan hati. Jika tidak sanggup menghentikan, setidaknya tidak turut melakukan. Semakin banyak pihak yang peduli dengan penanggulangan prostitusi akan semakin baik. “Marilah kita bersama-sama menjaga Kebumen dari hal-hal negatif. Moralitas erat kaitannya dengan agama,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top