HONDA VARIO

  • Berita Terkini

    Senin, 03 September 2018

    Demam Tinggi Usai Diimunisasi, Bayi 4 Bulan di Sempor Meninggal Dunia

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Palkis Kire Sakira seorang bayi berusia 4 bulan anak pasangan  Zulkifli (25) dan Lusiana (26) warga RT 5 RW 2 Desa Bonosari, Kecamatan Sempor mengalami demam tinggi usai mendapatkan Imunisasi DPT  (Difteri, Pertusis, dan Tetanus).  Meski sempat dirawat di rumah sakit,  Sakira akhirnya meninggal dunia, Selasa (28/8/2018).

    Duka mendalam pun masih dirasakan pasangan suami istri Zulkifli -Lusiana saat ditemui di rumah mereka, Minggu (3/9/2018).  Keduanya lantas menceritakan kronologi kejadian tersebut.


    Sakira, kata Lusiana, tidak tinggal bersama mereka. Melainkan dirawat keluarga Sario (61) yang merupakan kakek Sakira.  Ini dilakukan karena Zulkifli dan Lusiana masih punya anak lain yang berusia 2 tahun.

    Namun sebelumnya, kondisi Sakira baik-baik saja. Hingga kemudian pada Minggu malam  (26/8/2018), Sakira mengalami demam. 

    Sampai saat itu, mereka masih menganggap wajar demam ini mengingat beberapa jam sebelumnya, Sakira habis mendapat imunisasi DPT yang diberikan Bidan Sri Murtini yang membuka praktek di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor.

    Kegelisahan mulai dirasakan saat demam Sakira tak kunjung turun bahkan meningkat pada Senin siang.  "Pada malam Senin,  anak saya mengalami demam sampai Senin (27/8) siang. Tapi masih wajar.  Hanya kemudian menjelang (Senin) sore, demam  terus meningkat," tutur Lusiana diamini Zulkifli.

    Khawatir dengan kondisi itu,  Sario  (61) mendatangi tempat praktek bidan dan pulang membawa obat bagi cucunya.  “Saat itu bidan hanya menyampaikan, demam setelah imunisasi DPT adalah hal yang umum. Demam dapat terjadi hingga 3 hari,” tutur Lusiana.

    Kendati sudah diberi obat, kondisi Sakira tak membaik. Malah demamnya semakin tinggi. Puncak demam dialami Sakira pada Senin malam sekitar pukul 22.30 WIB. Seiring dengan itu, kekhawatiran orang tua Sakira memuncak. Akhirnya, mereka memutuskan membawa Sakira ke RS PKU Muhammadiyah Gombong malam itu juga.

    Sempat mendapat perawatan, nyawa Sakira tak tertolong. Dia menghembuskan nafas terakhir Selasa (28/8) dini hari, sekitar pukul 01.15 WIB. Jenazah sampai di rumah duka sekitar pukul 02.30 WIB dan dimakamkan keesokan harinya, sekitar pukul 10.00 WIB.

    Meski mengaku ikhlas dengan kepergian buah hatinya, Zulkifli dan  Lusiana mengaku menyesalkan sikap bidan yang tidak mengunjungi pasien saat Sario datang ke rumah sang Bidan.  Namun demikian,  mereka tidak menyalahkan siapapun atas musibah yang mereka alami.

    “Kami sangat merasa kehilangan. Tapi kami ikhlas dan tidak akan menuntut apapun, biarlah Sakira tenang di alam sana.  Yang diimunisasi bukan hanya Sakira saja, dan bayi lain juga sehat. Mungkin kondisi tubuh Sakira tidak sekebal bayi lainnya,” jelas Lusi dengan mata berkaca-kaca.


    Terpisah saat ditemui di rumahnya, Bidan Sri Murtini menyampaikan, proses imunisasi telah dilaksanakan dengan benar. Setelah kejadian tersebut, pihaknya juga mencari informasi dari RS PKU Muhammadiyah Gombong.

    Dari data yang diterima, saat dibawa ke PKU Gombong, kondisi pasien mengalami dehidrasi tinggi. Selain itu paru-paru Sakira juga dipenuhi cairan.

    Hal itu bisa disebabkan karena pasien tersedak saat minum. Sehingga cairan dapat masuk ke paru-paru. “Data yang saya terima dari PKU, paru-paru Sakira dipenuhi cairan. Itu bisa terjadi karena tersedak," ucapnya, sembari menambahkan, saat itu Sario juga tidak membawa Sakira dan tidak pula meminta pihaknya untuk memeriksanya. (mam/cah)

    Kronologi Meninggalnya Sakira:

    1. Minggu (27/8) Palkis Kire Sakira mendapatkan Imunisasi DPT 3 dan Polio 4.
    2. Malamnya hingga Senin siang (28/8) Sakira alami demam yang terus terus meningkat.
    3. Senin sekitar pukul 18.00 WIB simbah Sakira yakni Sario mendatang bidan dan diberi obat.
    4. Pukul 22.30 WIB, Sakira dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gombong di ruang IGD.
    5. Selasa Pukul 01.15 WIB nyawa Sakira tidak tertolong.
    6. Pukul 02.30 WIB jenazah dibawa ke rumah duka.
    7. Pukul 10.00 WIB jenazah Sakira dikebumikan.
    8. Keterangan Bidan dari PKU menyatakan, paru-paru Sakira dipenuhi air yang mungkin disebabkan karena tersedak.

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top