Honda GTR

  • Berita Terkini

    Sabtu, 15 September 2018

    Bunga Bangkai Hebohkan Warga Bojong Magelang

    foto : IST/magelang ekspres
    MAGELANG TENGAH – Rumah milik Euthalia Sulastri di Kampung Bogeman Wetan RT/RW 02/07, Kelurahan Panjang, Magelang Tengah mendadak menjadi pusat perhatian warga. Sebab di pekarangan depan rumahnya ini tumbuh tanaman langka berupa bunga bangkai (Amorphophallus) mengeluarkan bau tak sedap.

    ”Saya temukan sendiri bunga bangkai ini ketika saya sedang membersihkan pekarangan. Ada bau seperti bau busuk itu tak cari ke mana-mana tapi nggak ada apa-apa,” kata Sulastri saat ditemui di rumahnya, Jumat (14/9/2018).

    Mulanya, Sulastri menduga jika bau menyengat itu berasal dari binatang yang mati. Lantas ia terus mencari sampai tempat-tempat tersembunyi di pekarangannya.

    ”Saya kaget karena menemukan bunga aneh. Warnanya merah dan setelah saya dekati, ternyata sumber bau tidak sedap itu dari bunga ini,” jelasnya.

    Bau bunga yang termasuk langka ini, katanya, kerap tercium di waktu petang hari. Anehnya, tetangga sekitar tidak mencium bau bangkai di sekitar rumahnya, seperti yang ia rasakan.

    ”Saat pertama kali saya lihat, bunga ini hanya berukuran sekitar 5 cm. Ketika itu saya langsung cerita ke warga dan keesokan harinya mereka ramai-ramai datang ke rumah untuk melihat sendiri bunganya,” katanya.

    Sekarang, ukuran bunga bangkai yang tumbuh di pekarangannya sudah mencapai 15 cm dan menghasilkan bau yang berbeda. Bahkan, muncul 4-5 tunas bunga bangkai baru yang masih kuncup di sekelilingnya.

    ”Yang masih kuncup ini saya tutupi agar tidak diambil warga,” tuturnya tertawa.

    Sulastri mengaku belum mengetahui persis penyebab bunga langka yang biasanya hanya tumbuh di hutan ini dapat muncul di pekarangan rumahnya. Ia pun membiarkannya bunga ini tumbuh dengan sendirinya hingga besar.

    ”Saya pernah lihat bunga ini sebelumnya dan katanya memang termasuk langka. Tidak tahu juga kok bisa muncul di pekarangan rumah saya. Mudah-mudahan ini membawa rezeki,” ungkapnya.

    Untuk selanjutnya, dia berencana akan mengawetkan bunga langka ini. Tetangganya pun menyarankan dirinya supaya menunggu lebih lama, agar bunga tersebut terus tumbuh dan makin besar.

    ”Saya ikut saran tetangga dulu, menunggu sampai ukurannya besar, dan kalau bisa diawetkan nanti,” katanya. (wid)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top