• Berita Terkini

    Rabu, 29 Agustus 2018

    Warga Merden Terima Bantuan Sumur Bor dari Pemerintah Pusat

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Warga Desa Merden, Kecamatan Padureso, kini bisa bernapas lega dengan sumur bor bantuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Sebab, setiap musim kemarau tiba warga di desan ini sulit mencari air bersih.

    Sumur bor air tanah itu secara remi diresmikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI M Romahurmuzy di desa setempat, Selasa (28/8/2018). Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian Bustanul Arifin Caya, Anggota IV BPK RI Rizal Djalil.

    Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar, mengatakan Kementerian ESDM sudah membangun 1.782 sumur yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan di Kabupaten Kebumen, program ini sejak 2007 sudah dibangun di 11 titik yang tersebar di 7 kecamatan. "Untuk di Desa Merden, Kecamatan Padureso dibangun pada 2017," kata Rudy Suhendar.

    Menurut Rudy, sumur bor itu dibuat dengan kedalaman 80 hingga 90 meter. Kapasitasnya 1,2 liter per detik. Sekali pengisian, tandon air bisa menampung sekitar 5000 liter dalam waktu kurang dari satu jam.

    Sumur bor yang didirikan di Desa Merden menggunakan tenaga jenset untuk menarik air. Daya tampung tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan air bersih bagi 1.800 jiwa.

    "Daya tampung tersebut tidak akan membuat air tanah habis. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang ini, muka air tanahnya juga akan tetap stabil, kita sudah melakukan survey dan penelitian sebelumnya," jelasnya.

    Adapun sejumlah titik yang telah mendapat bantuan sumur bor, yakni Desa Jemur dan Tanahsari Kecamatan Kebumen, Karangjambu dan Penusupan Kecamatan Sruweng. Desa Candi dan Giripurno Kecamatan Karanganyar, Lumbu Kecamatan Kutowinangun, Kaligubug Kecamatan Padureso, Kalijaya Alian, Desa/Kecamatan Poncowarno.

    Pada 2018 mendatang juga direncanakan bakal ada dua desa yang menerima bantuan tersebut. Yakni Desa Kemangguan Kecamatan Alian dan Sidototo Kecamatan Padureso.

    Rudy menjelaskan saat ini hampir semua wilayah di Pulau Jawa mengalami kekeringan.  Karena itu, butuh penanganan yang serius untuk menghadapi musim kemarau. "Kementerian ESDM sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan di sejumlah daerah, salah satunya pembuatan sumur bor," terangnya.

    Pada acara yang sama juga diserahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada masyarakat Kabupaten Kebumen. Romahurmuzy berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan produksi pertaniam serta memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

    Pj Sekda Kebumen Mahmud Fauzi, menyampaikan bantuan sumur bor sangat bermanfaat di desa Merden yang di beberapa titik masih kesulitan air di musim kemarau. Dengan banyaknya sumber air, warga akan semakin diuntungkan.

    "Semakin lengkap, karena desa Merden ini bisa menerima aliran air dari waduk Wadaslintang, Pamsimas, tadah hujan dan sumur bor," kata dia.

    Kemudian terkait bantuan Alsintan juga sangat bermanfaat untuk para petani di Kebumen. Terlebih, Kabupaten Kebumen adalah daerah agraris dengan tanaman pangan dan holtikultura yang melimpah.

    "Kebumen sebagai  penyangga pangan Jawa Tengah dan nasional. Bantuan Alsintan ini lebih memantapkan kami untuk mempertahankan surplus padi dan meningkatkan produk pertanian lainnya," kata Mahmud Fauzi.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top