Honda GTR

  • Berita Terkini

    Senin, 27 Agustus 2018

    Setelah 20 Tahun, Akhirnya Warga Desa Rantewringin Nanggap Wayang

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sudah 20 tahun di Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren, tidak ada pertunjukan wayang. Karena itu dengan swadaya masyarakat, dalam tasyakuran kemerdekaan pemerintah desa setempat menggelar pesta rakyat berupa pertunjukan wayang.

    Demikian disampaikan Ketua Panitia HUT RI Desa Rantewringin Kecamatan Buluspesantren, Pujiono, Sabtu (25/8/2018) malam.

    Malam tasyakuran dan resepsi peringatan HUT ke-73 RI yang berlangsung di halaman Balai Desa Rantewringin itu dipenuhi masyarakat. Mereka ingin menyaksikan Ki Dalang Wahono Adi Prasetyo dari Ambal menggelar lakon "Wahyu Tridoyo".

    Pilihan pertunjukan wayang menurut Pujiono juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali seni budaya tradisional. "Jangan sampai nanti anak-anak kita tidak tahu, wayang itu seperti apa sih," lanjut Pujiono saat memberikan sambutan pembuka acara.

    Kepala Desa Rantewringin Irfansyah dalam sambutannya menegaskan hal serupa. "Generasi muda jangan sampai lupa dengan kesenian daerah, agar bisa menjadi generasi yang berkarakter," harap Irfansyah.

    Dalam kesempatan tersebut Irfansyah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Rantewringin atas partisipasinya dalam pembangunan desa dan kegiatan-kegiatan lainnya.

    "Mudah-mudahan masyarakat tetap guyub rukun sehingga Desa Rantewringin bisa terwujud menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur (daerah yang baik dan masyarakatnya mendapat ampunan Tuhan)," lanjut Irfan.

    Irfansyah juga berterima kasih karena pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di desanya bisa dilunasi sebelum 31 Januari 2018. "Kalau pajak lunas kita bisa tidur pulas," ujarnya.

    Irfansyah yang dalam waktu dekat akan mengundurkan diri karena menjadi caleg salah satu partai menggunakan momentum tersebut untuk berpamitan kepada seluruh masyarakat. "Mohon maaf bila selama menjalankan tugas masih banyak kekurangan," ujarnya.

    Camat Buluspesantren Suis Idawati yang juga menghadiri acara tersebut menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat. "Terima kasih atas partisipasi masyarakat, baik dalam peringatan Kemerdekaan RI yang ke-73 maupun hari jadi Kebumen yang ke-389," ucap Idawati dalam sambutannya.

    Idawati menginformasikan kepada masyarakat perubahan hari jadi Kebumen sesuai perda yang telah ditetapkan. Semula hari jadi Kebumen diperingati setiap 1 Januari, diubah menjadi 21 Agustus.

    Selain pesan-pesan terkait pembangunan di wilayah Kecamatan Buluspesantren, Idawati juga mengingatkan masyarakat untuk waspada bahaya kebakaran. "Kalau hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong diperiksa dulu, jangan sampai ada rokok yang masih menyala," pesannya.

    Pertunjukkan wayang dimulai pukul 23.30. Ki Dalang Wahono diiringi group kerawitan Setyo Waras dari Petanahan. Jalan yang melintasi depan Balai Desa Rantewringin ditutup untuk menampung penonton yang juga berdatangan dari desa tetangga. Kesempatan ini dimanfaatkan para pedagang menjajakan dagangannya. Terlihat ada penjual gembus, sate dan makanan lainnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top