• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 01 Agustus 2018

    Proses Evakuasi Rampung, Pendakian Rinjani Ditutup

    JAKARTA – Proses evakuasi pendaki yang terjebak di sejumlah titik di gunung Rinjani tuntas kemarin (31/7/2018). Evakuasi pamungkas adalah menjangkau enam orang yang berada di Segara Anak dan menurunkan satu jenazah. Dalam proses ini tim evakuasi juga menemukan tujuh orang penduduk lokal di Gua Susu atau Aik Kalaq.


    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan jumlah pengunjung gunung Rinjani yang turun 29-31 Juli berjumlah 1.226 orang ditambah satu jenazah atas nama Muhammad Ainul Muksin. Dari jumlah tersebut, 696 warga negara asing dan 530 warga negara Indonesia. Warga Indonesia itu meliputi wisatawan, porter, dan guide.



    ’’Semuanya turun mulai Minggu (29/7) setelah gempa terjadi,’’ katanya di kantor BNPB Jakarta kemarin (31/7). BNPB mencatat proses evakuasi pada Senin (30/7) berhasil membawa turun sebanyak 543 orang. Dengan perincian 189 orang wisatawan asing, 173 orang wisatawan nusantara, 31 orang guide, dan 150 orang porter.

    Kemudian kemarin (31/7) tim evakuasi kembali berhasil membawa turun enam orang yang tersisa ditambah satu jenazah. Keenam orang itu berada di Segara Anak. Tim evakuasi dengan mudah menemukan lokasi mereka, karena sudah diinstruksikan untuk membangun tenda berwarna orange.


    Tiga orang diantaranya, pegawai Pusdiklat LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Mereka dievakuasi menggunakan helikopter. ’’Mereka dievakuasi menggunakan heli karena masih trauma dengan gempa,’’ tuturnya. Untuk jalan kaki jauh, ketiganya mengaku trauma dengan lereng-lereng. Selain itu ada pertimbangan kesehatan. Karena salah satunya sudah berusia 45 tahun atas nama Suharti.


    Sisanya sebanyak tiga orang yang terdiri dari dua orang porter dan satu orang guide dievakuasi dengan jalur darat. Sementara jenazah atas nama Muhammad Ainul Muksin dievakuasi menggunakan helikopter. Jadi dalam misi evakuasi pamungkas itu, dikerahkan dua unit helikopter.


    Selain mengevakuasi enam pendaki dan satu jenazah, tim juga menemukan tujuh orang warga setempat yang berada di dalam Gua Susu. Akhirnya ketujuh orang ini bergabung dengan tiga orang sebelumnya, dievakuasi bersama-sama. Petang kemarin diperkirakan sepuluh orang terakhir ini sudah sampai ke posko terdekat di Sembalun.

    Sutopo mengatakan bahwa proses evakuasi berjalan sejak Minggu, tepatnya setelah gempa terjadi. Tetapi pada saat itu ada pendaki yang berhasil turun sendiri secara mandiri. Tanpa bantuan dari tim evakuasi. Sehingga dari pendataan resmi, jumlah pendaki yang berhasil dievakuasi pada Minggu, 29 Juli masih belum bisa dipastikan. Sebab pendaki yang berhasil turun sendiri, tidak terdata oleh tim evakuasi.


    Dia hanya menjelaskan secara keseluruhan pendaki yang turun dari puncak Rinjani pada periode 29-31 Juli ada 1.090 orang. ’’Seluruhnya dalam keadaan selamat,’’ katanya. Kemudian ada satu pendaki yang dinyatakan meninggal karena tertimpa batu.


    Sutopo lantas menjelaskan status jalur pendakian menuju puncak Rinjani masih ditutup. Kapan akan dibuka kembali, Sutopo mengatakan akan diputuskan dalam rapat koordinasi lintas instansi.


    Diantara pertimbangan menutup sementara jalur pendakian Rinjani karena aksesnya masih berbahaya. Sutopo mengatakan sampai kemarin gempa susulan masih kerap terjadi. Total sejak gempa utama mengguncang, ada 346 kali gempa susulan.


    Menurut Sutopo potensi gempa susulan bisa membahayakan pendaki. Sebab dilaporkan masih ada material bebatuan yang rawan longsor jika terkena guncangan gempa. Dia juga mengatakan sejumlah jalur pendakian ada yang tertutup longsor. Selain itu di sejumlah titik di Segara Anak juga ada sisa-sisa reruntuhan longsor. (wan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top