BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Senin, 13 Agustus 2018

    Penjual Tanaman Hias Sumringah Sambut Pilpres 2019

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Penjual tanaman hias di Kebumen kini mulai menyiapkan dagangannya. Biasanya setelah pemilihan presiden maka tanaman hias akan booming. Saat itu, menjadi masa panen bagi para penjual tanaman hias. Dengan persiapan lebih awal maka saat masa booming, tanaman hias sudah siap jual.

    Tanaman hias harus tampil menarik dan prima saat dijual. Persiapannya pun membutuhkan waktu lama. Prosesnya meliputi penanaman awal, perawatan tanaman hingga siap jual.

    “Kami sudah harus siap-siap mulai dari sekarang. Jika tidak, takutnya tanaman belum siap jual saat masa booming tiba,” tutur penjual tanaman hias Jimmy Reagan P (37), Minggu (12/8/2018).

    Jimmy warga Jalan Mankusari nomor 3ab RT 2 RW 5 Desa Kutosari Kecamatan Kebumen itu menyampaikan, meski tidak ada teori yang pasti, namun menurut pengalaman yang sudah digeluti selama enam tahun booming tanaman hias sebentar lagi akan terjadi. Hal ini yakni setelah pemilihan presiden usai. “Ini merupakan “ilmu titen”.  Berdasar pada pengalaman yang sudah-sudah, sebentar lagi tanaman hias akan ada booming,” paparnya.

    Dijelaskan, selain tanaman hias, Jimmy juga menggeluti pembuatan taman, relief tembok maupun kolam dan tanaman bonsai. Jimmy juga menjual pot bunga hasil buatannya sendiri. Persiapan cukup lama dilaksanakan lantaran tanaman yang dijual merupakan hasil penanaman sendiri. “Saya memang membatasi diri untuk kulakan tanaman dinas. Untuk itu persiapan yang dilakukan harus panjang,” jelasnya.

    Terkait tanaman bonsai, menurut Jimmy, di Kebumen cukup ramai. Beberapa jenis tanaman yang dibonsai yakni Serut, Asam, Wahong Gunung, Sisir dan lainnya. Bahkan beberapa tanaman hias seperti Bougenville dan Kamboja juga banyak yang dibuat bonsai.

    “Harga tanaman bonsai di Kebumen umumnya kisaran antara puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk mencapai harga puluhan juga masih jarang,” paparnya, didampingi rekannya Budi Setiawan.

    Jimmy menambahkan, bonsai bakalan didapat dengan cara membeli dari seseorang. Pihaknya mengaskan tidak pernah mengambil di hutan apalagi di area perhutani. Setelah itu, bakalan bonsai akan dirawat hingga tumbuh dan berakar. Saat proses pertumbuhan itulah dilaksanakan pembentukan agar tanaman bonsai tampil menarik. “Membentuk bonsai membutuhkan waktu lama, itu sebanding dengan harga tanamannya,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top