Honda Vario Duo 20-21 Feb 2019

  • Berita Terkini

    Kamis, 09 Agustus 2018

    Koalisi Gerindra-Demokrat Terancam Pecah

    JAKARTA - Kemesraan pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto terancam gagal berlanjut. Rencana Prabowo untuk menemui SBY di kediamannya dikabarkan ditolak. Isu adanya mahar politik untuk memuluskan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo menjadi penyebab.


      Kabar itu muncul setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief membuat kicauan di akun twitternya, kemarin (8/8/2018) malam. Andi secara gamblang menyatakan kekecewaan terhadap Prabowo, atas manuvernya dalam penentuan cawapres.


      "Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," kata Andi di akun twitternya.


      Lebih tegas lagi, Andi tegas menyebut adanya mahar politik kepada Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Saat ini, sosok Sandi memang santer disebut sebagai salah satu cawapres Prabowo, selain Ketua Komando Satgas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.


      "Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," sebut Andi.


    Saat meluapkan kekecewaanya itu, Andi berada di dalam rumah SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VIII. Sekitar 29 menit sebelum melancarkan serangannya ke kubu Prabowo, Jawa Pos sempat berbincang cukup lama dengan Andi terkait perkembangan politik terkini. Namun, apa yang dia sampaikan tidak boleh ada yang ditulis. Selanjutnya sekitar pukul 21.29, dia masuk rumah SBY dan melancarkan kekesalahannya itu. Jawa Pos berusaha menghubunginya, tapi tidak berhasil , karena nomor handphonenya tidak aktif. Pesan singkat pun tidak dia balas.


    Selain Andi, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Kadiv Bantuan Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik. Ferdinand mengatakan, dia belum bisa memberikan keterangan , karena dirinya baru datang. “Saya masuk dulu ya,” ungkapnya. Dia juga belum bisa mengomentari keterangan Andi yang disampaikan lewat Twitter. Sebab, dia belum bertemu langsung dengan Andi.


    Selain pengurus Partai Demokrat, Hatta Rajasa juga terlihat hadir di rumah SBY. Namun, dia enggan memberikan keterangan kepada jurnalis. Sekitar pukul 22.50, dia keluar dan langsung kabur menaiki Mobil Audi Nopol B 20 KKE tanpa bersedia memberikan keterangan.


      Kabar itu langsung direspon dari kubu Gerindra. Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik yang berada di kediaman Prabowo membantah adanya mahar politik bagi PKS maupun PAN. "Enggaklah, nggak ada," kata Taufik.


      Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menilai apa yang disampaikan oleh Andi Arief belum tentu mewakili Demokrat. Menurut dia, sampai saat ini tidak ada keputusan apapun yang menyebabkan koalisi Gerindra dengan Demokrat terpecah. "Enggaklah, kan yang menentukan bukan Andi Arief," ujarnya.


      Hal yang sama disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Saat dikonfirmasi sekitar pukul 22.15, Muzani mengaku tidak tahu informasi adanya penolakan Demokrat terhadap kehadiran Prabowo. "Saya mau masuk ke dalam dulu, kan tadi baru keluar. Nanti dicek kebenarannya," kata Muzani.


      Muzani membantah terkait pernyataan Andi yang menyebut adanya mahar. Namun, Muzani tidak membantah jika dua figur cawapres yang dibahas Prabowo dengan koalisi adalah Sandi dan AHY.


      "Nama itu dikonsultasikan dengan partai-partai koalisi PKS, PAN dan tentu saja Demokrat. Jadi dikonsultasikan dari pagi sampai malam ini dikonsultasikan, hasilnya ya malam ini mau kita putuskan," ujarnya.


      Muzani juga masih meyakini bahwa Partai Demokrat tetap berkomitmen mendukung Prabowo. Dalam hal ini, dirinya akan memastikan hal itu kepada pengurus teras Partai Demokrat.


      "Kan pak Andi Arief bukan pak SBY. Karena produktivitas pembicaraan kita dengan Demokrat sangat baik sangat bagus," tandasnya, lalu berlalu masuk ke rumah Prabowo.

      Sebelum muncul pernyataan Andi di twitter, Sandiaga sempat berada di kediaman Prabowo antara pukul 20.30 hingga 21.40. Pasca informasi itu muncul, Ketua Umum PAN Zulkfli Hasan mendatangi rumah Prabowo sekitar pukul 22.40. Hingga pukul 23.00, Zulkifli masih berada di kediaman Prabowo.


      Pasca keputusan musyawarah istimewa Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera pada Selasa (7/8)  malam, Prabowo kemarin melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. Pertemuan yang awalnya direncanakan di DPP PKS, mendadak digeser di kediaman pribadi Salim di Pejaten, Jakarta Selatan.


      Pertemuan Prabowo dengan Salim itu berlangsung sekitar satu jam. Prabowo tiba di kediaman Salim sekitar pukul 14.00. Awak media kesulitan memantau pertemuan itu karena petugas menutup pintu gerbang kompleks perumahan tempat Salim tinggal. Prabowo yang datang didampingi Muzani, melakukan pertemuan sekitar satu jam lamanya. Tidak ada pernyataan usai pertemuan, karena rombongan mobil Prabowo langsung meninggalkan kompleks perumahan Salim untuk kembali ke kediamannya.


      Dikonfirmasi di Kertanegara, depan kediaman Prabowo pada sore, Muzani menyampaikan bahwa pertemuan Salim dengan Prabowo menghasilkan pembicaraan yang produktif. Muzani menyebut ada optimisme tinggi bahwa Gerindra dan PKS akan terus bersama dalam koalisi pilpres 2019.


      “Tanda kebaikan bahwa Gerindra akan tetap bersama PKS, jalan itu masih terang benderang,” ujarnya.


      Ketua Fraksi Gerindra itu tidak menepis jika ada tawaran politik bagi PKS untuk tetap bersama. Menurut dia, jika nantinya perjuangan koalisi membuahkan hasil, apa yang dicapai tentu dinikmati bersama. Dalam hal ini, posisi menteri menjadi penawaran yang ditawarkan Prabowo kepada Salim.


      “Ya power sharing. Kalau power sharing ya di kabinet,” ujarnya tanpa mau merinci lebih lanjut.


      Saat didesak lebih lanjut, Muzani pun tidak membantah jika PKS siap untuk melepas jabatan cawapres. Hal itu yang memastikan Prabowo untuk bisa mengumumkan sosok cawapres pendampingnya. "Legowo, pokoknya PKS suasananya riang gembira. Tadi saya bersama Presiden PKS dan Bendahara. Pak Prabowo ketemu pak Salim," ujarnya.


      Kubu PKS sendiri belum mengkonfirmasi pernyataan Muzani. Presiden PKS M Sohibul Iman yang disebut hadir dalam pertemuan Prabowo-Salim, tidak memberikan jawaban saat dihubungi Jawa Pos. Dalam putusan Majelis Syuro, PKS memperjuangkan nama Salim dan Ustadz Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo, sebagaimana rekomendasi ijtima Ulama GNPF. PKS juga tetap membuka opsi menawarkan sembilan nama capres cawapres hasil keputusan Majelis Syuro sebelumnya kepada Prabowo.


      Teka-teki terkait sosok calon wakil presiden pendamping calon presiden Joko Widodo mulai terbuka. Kemarin (8/8), Jokowi memberikan satu tanda. Dia menegaskan, wakilnya memiliki inisial awal huruf M.


      "Depannya pake M pokoknya," ujar Jokowi usai melepas kontingen Asian Games Indonesia di Istana Merdeka.


      Saat didesak siapa M yang dimaksud, Jokowi malah berseloroh. "Yaaaaa, ada misalnya. Misalnyaaaa itu kan M," imbuhnya.


      Apakah M tersebut Mahfud MD? Jokowi kembali berkilah. "Muhammad Jusuf Kalla juga M, Mba Puan juga M, Mas Airlangga juga M," tuturnya sambil terseyum.

      Jokowi justru meminta publik sedikit bersabar. Dia memastikan akan segera diketahui. Pasalnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mendaftarkan diri ke KPU. Saat ditanya Kamis atau Jumat, Jokowi belum bisa memastikan. "Bisa besok, bisa jumat," kata dia.


      Inisial nama M untuk wakil Jokowi juga disampaikan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy. Namun sama seperti Jokowi, pria yang akrab disapa Romi itu juga tidak membeberkan dengan jelas. "Tidak keluar dari sepuluh nama yang saya sampaikan," ujarnya saat mendampingi Jokowi di Gedung Tegar Beriman, Bogor, kemarin.

      Dalam akun twitter pribadinya sendiri, Romi memberi petunjuk lebih jelas. Dia menuturkan jika wakil Jokowi mewakili warna religiusitas ormas islam terbesar. Selain itu, sosok tersebut sudah malang melintang di berbagai jabatan publik.


      Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan koalisi pendukung Jokowi masih tetap solid. Hingga saat ini, komunikasi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin yang disebut-sebut berpotensi cabut berjalan cukup intens.


         "Kami pastikan kami tidak ada yang hengkang," ujarnya di kediaman Megawati Soekarno Putri di Jalan Tengku Umar, Menteng, Jakarta tadi malam.


         Apalagi, lanjutnya, siapapun yang ditetapkan sebagai calon presiden sudah memperhatikan seluruh masukan-masukan yang diberikan ketua umum parpol pengusung. Sebaliknya, Hasto justru membuka peluang bertambahnya partai pendukung mengingat komunikasi dengan luar koalisi masih berlangsung.


         Lantas, bagaimana dengan sikap PBNU yang mengancam "menarik dukungan" jika calon wakil Jokowi tidak dari NU? Hasto mengatakan, komunikasi dengan pengurus NU maupun secara lembaga berlangsung baik. Kalaupun ada aspirasi berbeda, itu hanya bagian dari dinamika politik.


          Soal pertemuan lanjutan, Hasto menyebut akan dilakukan hari ini antara partai pendukung. Soal waktu dan tempatnya akan disesuaikan dengan kegiatan presiden. Dalam kesempatan tersebut akan diselesaikan terkait keperluan administrasi pendaftaran.


         "Karena surat dukungan ke KPU ditandatangani oleh Ketum dan sekjen sehingga proses itu akan dilaksanakan secara sekaligus," tuturnya. Rencananya, pendaftaran ke KPU akan dilakukan pada hari Jumat besok (10/8).


      Terpisah, Partai Amanat Nasional memastikan akan menggelar Rakernas hari ini. Sempat diisukan akan berbalik arah kembali mendukung Jokowi, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut arah sikap DPW PAN tingkat provinsi mayoritas mendukung Prabowo.


      "Di internal partai dari seluruh pengurus DPW maupun dewan kehormatan Pak Amien Rais dan Mas Soetrisno Bachir ya itu kelihatannya sudah tidak ada masalah dengan Pak Prabowo, peresmiannya di Rakernas, kan gitu," kata Yandri di kantor DPP PAN. (bay/far/lum)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top