Honda VARIO

  • Berita Terkini

    Minggu, 19 Agustus 2018

    Generasi Milenial Harus Melek Revolusi Industri 4.0

    IMAM/EKPSRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Generasi saat ini atau yang kerap disebut dengan istilah Generasi Milenial harus melek Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Dalam industri 4.0 sebuah pabrik tercipta canggih dengan mengutamakan komputerisasi.

    Hal ini disampaikan oleh Kaprodi Teknik Mesin Otomotif Politeknik Dharma Patria (Polda) Kebumen Hamid Nasrulloh SPd MPd. Untuk itu Polda menggelar Expo dan Workshop 3D Printing.  Kegiatan yang baru kali pertama dilaksanakan di Kebumen tersebut diharapkan mampu menggugah para generasi muda dalam bidan teknologi, Rabu (15/8/2018).

    Workshop 3D Printing dilaksanakan di ruang aula kampus tersebut mengundang narasumber Dosen Department Teknik Mesin dan Industri Universitas Gajah Mada (UGM) Dr Eng Herianto ST Meng dan Dosen Teknik Elektro dan Informatika Komputer Politeknik Dharma Patria CEO Hal Tech Ikwan Taufik SPd MEng.

    Kegiatan diikuti oleh setidaknya 270 peserta dari Mahasiswa Polda dan siswa SMK Kebumen serta Purworejo. Dalam acara tersebut peserta juga dapat melihat secara langsung proses 3D Printing.

    Sekedar untuk diketahui, generasi yang lahir diantara tahun 1980 an sampai 2000 an sebagai generasi millennial. Jadi bisa dikatakan generasi milennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun.


    Dalam sambutannya Hamid Nasrulloh menyampaikan,saat ini negera maju seperti Amerika Serikat telah merancang sebuah teknologi yang dari 3D Printing berukuran besar.  Mesin tersebut mampu membuat bangunan rumah dalam waktu 24 jam lengkap dengan isinya.

    Sedangkan di Negera Dubai, dalam 20 tahun ke depan rencananya sebuah gedung atau apatemen akan dibuat menggunakan mesin 3D Printing. “Untuk itu generasi di Indonesia harus memulai memahami Revolisi Industri 4.0, ke depan semua akan dilaksanakan oleh mesin karena mampu menekan biaya 80 persen,” tuturnya.

    Dalam kesempatan Herianto menyampaikan, adanya teknologi 3D Printing membuat semua bentuk benda dapat dibuat dengan muda. Selama ini mesin printer hanya mampu membuat gambar, dengan kemajuan teknologi,  mesin printer mampu membuat benda sesungguhnya. “Semua benda seperti botol, aksesoris, gelas, baju, bahkan wajah manusia atau patung dapat dibuat dengan mesin 3D Printing,” paparnya.

    Proses yang dilaksanakan pun sangat mudah yakni hanya dengan komputer, pilih bentuk atau gambar yang akan di cetak dan cetak. Dengan 3D Printing semua benda dapat diduplikat mudah. “Bahkan mur dan baut dapat dibuat dengan mudah. Sistemnya sekali cetak 3D Printing akan membuat lapisan setebal 0.1 mililiter sesuai bentuk yang didinginkan. Secara bertahap lapisan-lapisan tersebut akan membuat bentuk sesuai yang ada di komputer,” jelasnya.

    Sementara itu Direktur Polda Ari Waluyo SST MM Mos, menyampaikan dengan mengetahui dan sadar teknologi, diharapkan generasi muda Indonesia dapat terugah untuk megejar ketertinggalan yang ada. “Kesadaran ini sangat penting,  diharapkan generasi saat ini mampu meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing dengan negara lain,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top