BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Senin, 13 Agustus 2018

    Duh, Penggunaan Kartu Petani Belum Efektif

    M DHIA THUFAIL
    BATANG – Penggunaan kartu tani sebagai salah satu syarat untuk pembelian pupuk bersubsidi ternyata belum berjalan secara efektif. Seperti di Kabupaten Batang misalnya, sudah cukup banyak petani yang mendapatkan kartu tani namun belum efektif digunakan.

    Hal itu terungkap saat tim monitoring Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida  (KP3) Kabupaten Batang meninjau beberapa kios pupuk di wilayah Kecamatan Gringsing, baru-baru ini. Ada dua kios yang dilakukan peninjauan, dari dua kios tersebut, pemilik kios menyatakan masih banyak petani yang belum menggunakan kartu tani untuk membeli pupuk bersubsidi.

    Ainur Rohman, pemilik kios ‘Berkah Tani’ Desa Kebondalem mengungkapkan sejak diluncurkannya kartu tani, masih banyak petani sampai saat ini yang belum menggunakan kartu tani tersebut untuk menebus pupuk subsidi.

    “Petani belum pada menggunakan kartu tani. Kalupun ada, kartu tani mereka sudah banyak yang ke blokir. Akhirnya, mereka banyak yang beralih pembeliannya ketempat kios yang tidak resmi,” katanya, Kamis (9/8/2018).

    Ia mengatakan, keberadaan kios pupuk tidak  resmi ini  perlu ditertibkan. Sebab mereka mempunyai stok pupuk bersubsidi dan bisa melayani pembelian dari petani yang tidak menggunakan kartu tani. “Oleh karena itu, kami minta kepada penyuluh dan tim KP3 agar bisa meluruskan kios pupuk yang tidak resmi namun bisa menjual pupuk bersubsidi tanpa menggunakan kartu tani,” pintanya.

    Senada disampaikan Ahmad Asmuni, pemilik kios ‘Sahabat Tani’ Desa Krengseng, bahwa masih banyak petani di lingkungan sekitar yang belum menggunakan kartu tani. Mereka memilih untuk membeli di kios lain untuk dapat membeli pupuk bersubsidi tanpa menggunakan kartu tani.

    “Petani sebagian belum pada menggunakan kartu tani. Mereka yang belum dan cenderung enggan menggunakan kartu tani akhirnya lebih memilih untuk membeli dari daerah lain. Dan kagetnya, mereka dilayani. Artinya, masih banyak kios nakal dan disini peran KP3 untuk menegur terkait hal penyaluran pupuk tidak sesuai dengan desa cakupan,” katanya.

    Perlu diketahui, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batang menargetkan 50 ribu petani memiliki Kartu Tani hingga akhir tahun 2018. Koordinasi dengan pihak perbankan sedang dilakukan guna memudahkan proses pembuatan Kartu Tani. Adapun kartu tersebut, merupakan program Pemprov Jateng yang memiliki manfaat untuk menebus pupuk bersubsidi. (fel)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top