HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Sabtu, 18 Agustus 2018

    Bursa Calon Ketua Tanfidziah NU Kebumen Menghangat

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Menjelang Konfrensi Cabang (Kenfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, bursa calon Tanfidziah mulai bermunculan. Dari sekian nama yang muncul Dr Suratno SH MH dan Kyai Khanif Kutosari mengaku siap untuk memimpin PCNU Kebumen periode.

    Konfercab rencananya dilaksanakan pada minggu IV September 2018 mendatang.


    Dari informasi yang berhasil dihimpun Ekspres, sembilan nama yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon kandidat Ketua Tanfidziah NU bukan hanya dari kalangan kyai saja, melainkan juga akademisi.

    Beberapa nama diantaranya Ketua RMI Kebumen yang juga sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Wonoyoso Kyai Hakim Kyai Hakim Musyaffa Syatibi, Kabid Tibum Satpol PP yang juga menjabat sebagai Penasehat Hukum PCNU Kebumen Dr Suratno SH MH.

    Nama lainnya yakni Ketua Yayasan Masjid Agung Kebumen Kyai Ahmad Nasrulloh, Pengasuh PP Nurul Falah Sruweng KH Saiful Munir, dan Rektor UMNU dan juga Kepala SMK Maarif 1 Kebumen Dr H Khomsin Ali Usman MPd. Selain itu muncul juga nama Rektor IAINU dan menjabat sebagai Ketua LP Maarif Kebumen Dr Imam Satibi MPdI, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kebumen K Moh Dawamudin Masdar MAg dan Penasehat PC Ansor Kebumen K Khanifudin Kutosari dan Katib Syuriah NU Kebumen Salim Wazdy MPdI.

    Kepada Kebumen Ekspres Suratno mengaku siap menjadi Ketua Tanfidziah NU Kebumen. Pihaknya berjanji akan mengembalikan marwah NU yakni lebih memperhatikan umat. Selain itu, Suratno juga akan lebih memperhatikan kondisi pondok pesantren.

    “Langkah awal yang akan lakukan yakni penataan aset-aset NU. Hingga kini beberapa aset masih belum terinventarisir dengan baik," tutur Suratno yang juga alumnus Ponpes Al Hidayah Karangtanjung Alian itu, Jumat (17/8/2018).

    Suratno menegaskan ke depannya akan memperbaiki manajemen organisasi PCNU Kebumen. Warga Desa Krakal Kecamatan Alian ini juga menegaskan agar proses Konfercab NU dapat berjalan lancar, sportif dan tidak ada money politik. “Jika sampai ada politik uang pada ajang Konfercab NU, maka kami tidak segan-segan melanjutkan ke ranah hukum,” tegasnya.

    Kyai Khanifudin menyampaikan, pihaknya akan nyalon Tanfidziah berangkat dari dukungan kaum santri dan beberapa Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. “Dulu NU didominasi oleh 95 persen akademisi. Saat ini jumlah akademisi dan santri 50 presen banding 50 persen,” jelasnya.

    Kyai Khanifudin menjelaskan, kini tidak sedikit orang-orang NU yang merindukan dikelola oleh kalangan santri dari pada akademisi. Hal inilah yang menjadi dasar bagi Khanifudin untuk nyalon Ketua PCNU Kebumen. “Sudah saatnya banyak santri yang berkiprah pada organisasi NU,” katanya.

    Terlepas dari persoalan namanya masuk dalam bursa calon Dr Imam Satibi MPdI menyampaikan Konfercab NU harus dijadikan momentum untuk rekonsiliasi seluruh elemen NU terutama dalam mengorganisasi pemikiran dan aspirasi dalam rangka penguatan NU lima Tahun ke depan. “Saya melihat potensi sumber daya NU di Kebumen sangat potensial. Konfercab diharapkan dapat menggugah emosional kecintaan NU di semua lapisan organisasi NU di Kebumen baik struktural maupun kultural.

    Dijelaskannya, pilar-pilar NU di Kebumen sangatlah luas dan masif, karena itu konfercab harus menjadi motor untuk menggerakan semua komponen atau afiliasi yang sejalan dengan NU. Sangat sempit kalau memaknai konfercab hanya sekedar memilih AHWA atau Ketua Tanfidziah. “Evaluasi kinerja dan rekomendasi-rekomendasi pinter sangat dinanti-nanti dalam konfercab untuk menentukan visi NU ke depan,” paparnya.

    Menanggapi persoalan munculnya kandidat NU yang dimunculkan publik atau umat, Imam Satibi mengatakan bahwa hal itu hanya bagian dari dinamika yang positif. Namun pada prinsipnya tradisi di NU itu jabatan adalah amanah yang harus didasari keikhlasan dan perjuangan. Karena itu jabatan di NU tidak perlu di kejar-kejar dengan dasari ambisi. “Saya yakin para ulama yang memilih atau punya hak suara akan selektif dalam menentukan figur NU ke depan. Secara pribadi saya tidak akan mencalonkan diri, biarlah yang lebih kompeten dan senior lebih berhak dibandingkan diri saya yang masih awam,” tuturnya.

    Tidak mencalonkan atau bahkan belum memikirkan untuk menjadi Ketua Tanfidziah NU Kebumen juga disampaikan oleh Dr Khomsin. Pihaknya juga menegaskan bahwa jabatan di NU merupakan sebuah amanah. Yang lebih penting menurut Khomsin adalah bagaimana menyiapkan Pengurus NU ke depan agar lebih baik lagi.

    Dalam hal ini Khomsin menyampaikan adanya konsep pesantren yang dikhususkan untuk Kader Pengurus NU. Selama di pesantren tersebut para Kader Pengurus NU akan dibekali ilmu umum dan ilmu agama. “Nantinya saat menjadi Pengurus NU, mereka telah memahami ilmu umum dan agama. Kedua ilmu tersebut sangat penting untuk mengelola NU di masa mendatang,” ungkapnya.

    Sebelumnya Sebagai tokoh NU, KH Moh Dawamudin berharap konfercab akan melahirkan sosok pemimpin yang mempunyai kepedulian tinggi dengan NU. Pemimpin NU yang diharapkan juga tidak mempunyai syahwat politik yang tinggi. Konfercab dihapkan mampu melahirkan sosok figur yang siap menghidupi NU bukan malah mencari penghidupan dari NU. “Saya berharap kandidat ketua itu yang pinter dan kober, yakni mumpuni dan punya waktu. Selain itu peduli dengan pesantren atau mempunyai mental santri,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top