• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Senin, 09 Juli 2018

    Tahun Ajaran Baru, Konveksi Bajir Pesanan Seragam

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Tahun ajaran baru membawa berkah tersendiri bagi para pelaku bisnis konveksi. Pasalnya pada masa liburan ini berbondong-bondong para siswa membuat seragam sekolah baru. Awal tahun ajaran menjadi konveksi banyak kebanjiran order pesanan seragam.

    Banyaknya pesanan seragam yang sangat melimpah tentunya membawa keberuntungan tersendiri bagi banyak pengusaha konveksi. Setelah sebelumnya, pengusaha konveksi diramaikan oleh order lebaran, kini pesanan kembali ramai dengan adanya tahun ajaran baru. Pesanan bukan hanya untuk seragam biasa melainkan juga batik identitas.

      Salah satu konveksi yang menuai berkah tahun ajaran baru yakni Konveksi Nasir Amrul yang berada di Desa Jatisari, Kebumen. Pemiliknya yakni Mahrup (50) mengaku, kenaikan pesanan pada libur sekolah mencapai 50 persen bila dibandingkan dengan hari biasanya.

    Bukan hanya pesanan seragam saja, Mahrup juga mengaku memproduksi untuk dijual baik dipasar maupun toko-toko. “Selain menerima pesanan jahit pakaian, kami juga terus memproduksi untuk dipasarkan di toko-toko," tutur, warga Desa Jatisari RT 2 RW 1 Kebumen itu Minggu (8/7/2018).

    Untuk dapat menjadi pengusaha konveksi yang handal, diperlukan cukup banyak pengalaman. Bahkan Mahrup sendiri mengaku telah menekuni usaha tersebut lebih dari 24 tahun. Saat ini pihaknya mengaku sampai kewalahan dalam melayani pesanan. Untuk menyisati hal tersebut, pihaknya pun menambah jumlah tenaga kerja.

    Pasalnya jika pekerja tidak ditambah maka tidak akan cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada. “Biasanya hanya tujuh orang, namun kini kami menambah lima tenaga kerja lagi.  Selain menambah karyawan juga dilaksanakan kerja lembur. Semua dilaksanakan guna menyelesaikan apa yang telah menjadi tanggungjawab konveksi,” paparnya.

    Bukan hanya semata-mata mencari keuntungan, dalam berusaha manusia juga perlu menjalin hubungan baik dengan konsumen. Untuk itulah meski mengaku kewalahan, namun Mahrup tetap akan menerima pesanan. Hal itu selain untuk meningkatkan pendapatan juga untuk menjaga para pelanggannya. Untuk satu stel baju seragam, pihaknya membandrol harga mulai Rp 65 ribu hingga Rp 90 ribu sesuai dengan ukuran. “Untuk stok bahan seragam kami sudah menyiapkan sangat banyak, sehingga tidak kuatir kekurangan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top