HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Minggu, 01 Juli 2018

    Hadapi Piala Suratin, Kondisi Lapangan Stadion Mengenaskan

    fotoaskabpssikebumen
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Di tengah persiapan menghadapi Piala Suratin U-17 Jawa Tengah, kesebelasan Persak Junior Kebumen malah dihadapkan pada persoalan pelik. Ini setelah kondisi Stadion Chandradimuka yang seharusnya menjadi home base (kandang) mereka sangat tidak layak.

    Ketua Harian Askab PSSI Kabupaten Kebumen, Restu Gunawan, membenarkan situasi ini. Dia yang sudah melihat langsung kondisi stadion kebanggaan Kebumen itu mengaku prihatin.

    "Seminggu lalu kami melihat langsung kondisi stadion bersama Dinas Pemuda dan teman-teman. Kondisi rumputnya kering. Menurut saya tidak layak digunakan untuk menggelar pertandingan," ujar Restu, dihubungi Sabtu (30/6/2018).

    Repotnya lagi, itu bukan persoalan satu-satunya. Pihak rekanan bersikukuh, stadion belum bisa dipakai untuk menggelar pertandingan. Kalau memaksa, rekanan menolak bertanggung jawab bila terjadi kerusakan lapangan.

    Persoalan makin pelik, sebab Pihak Pemkab dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dalam hal ini tak bisa berbuat banyak. Mengingat, status stadion saat ini masih menjadi tanggung jawab rekanan dan belum diserahkan kepada Pemkab Kebumen usai direnovasi 2017 lalu. Hanya memang, Pemkab sempat memberi teguran kepada rekanan terkait kondisi stadion. Namun faktanya, stadion yang baru saja direnovasi itu bahkan tak bisa digunakan hingga saat ini.

    Restu Gunawan yang juga anggota DPRD Kabupaten Kebumen itupun mengaku sangat menyayangkan kondisi ini. Sebab ini terjadi menjelang kickoff Piala Suratin Jawa Tengah yang akan segera bergulir. Bila melihat kondisi saat ini, hampir dipastikan Stadion Chandradimuka akan dinyatakan tidak layak untuk dijadikan kandang Persak.

    Artinya, Persak harus memikirkan alternatif lain seperti menggelar pertandingan di luar kabupaten Kebumen. "Padahal ada keinginan kuat dari tim untuk menggelar pertandingan di Kebumen yang artinya di stadion. Sebab PSSI mensyaratkan lapangan digelarnya pertandingan harus berpagar pengaman. Hanya satu lapangan seperti itu yakni di stadion," ujar Restu.

    Terkait hal ini, Restu berharap Pemkab bisa membantu mencarikan jalan keluar sekaligus memberikan dukungan. Jangan sampai Persak gagal mengikuti Piala Suratin. Sebab saat ini Kebumen sudah terancam sanksi dari PSSI akibat vakum dalam kejuaraan resmi PSSI di tahun 2017 lalu.

    "Rencananya kami akan menggelar rapat kembali untuk membahas persoalan ini. Kami harapkan akan tercapai jalan keluar," harapnya.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top