BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Rabu, 13 Juni 2018

    Ramadan, Warga Binaan Rutan Kebumen Dua Kali Khatam Al Quran

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski sedang berada dalam masa menjalani hukuman, namun para warga binaan Rutan Kebumen tetap dapat melangsungkan tadarus Al Quran selama Bulan Ramadhan. Bukan hanya sekali saja, tadarus yang di laksanakan di Masjid At Taubah Rutan Kebumen itu dapat melaksanakan khataman hingga dua kali dalam sebulan.

    Tadarus sendiri dilaksanakan setelah sholat tarawih. Para warga binaan melaksanakan dengan diampu oleh Kiai Muhammad sholeh dari IAINU Kebumen. Khataman berlangsung pada malam ganjil yakni tanggal 27 Bulan Ramadhan. Warga binaan berharap mereka bisa mendapatkan berkah Ramadhan dan Malam Lailatul Qodar.

    Khataman dilaksanakan dengan menggelar berbagai doa. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Suasana di Masjid At Taubah dipenuhi dengan keceriaan. Bahkan para warga binaan terlihat sangat bahagia dalam momen tersebut.

    Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kebumen Soetopo Barutu Amd IP SSos MS menyampaikan, tadarus dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 20 warga binaan. Sedangkan untuk sholat tarawih dilaksanakan oleh semua warga binaan yang Muslim. “Ini merupakan kali kedua rutan menggelar khataman Al Quran dalam Ramadhan ini,” tuturnya, Selasa (12/6/2018).

    Semua Kegiatan Ramadhan dapat diikuti oleh warga binaan. Mulai dari buka dan sahur bersama, sholat tarawih, tadarus hingga kegiatan lainnya. Bahkan beberapa waktu lalu, rutan juga menggelar rukyah untuk para warga binaan. Rukyah dilaksanakan agar warga binaan terbebas dari penyakit. “Rukyah bisa mengobati penyakit medis maupun non medis. Semua itu dilaksanakan demi kebaikan para warga binaan,” jelasnya.

    Soetopo  menyampaikan, adanya sentuhan agama telah berkontribusi nyata terhadap sikap para warga binaan. Warga binaan menjadi lebih tenang dalam menghadapi semua persoalan yang ada. Suasan rutan juga lebih kondusif. Hal ini sangat positif mengingat jumlah warga binaan tidak sebanding dengan petugas yang ada. “Pendidikan agama memberikan karakter yang baik. Warga binaan menjadi lebih santun dalam bersikap. Suasana rutan kini mirip dengan suasana pesantren,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top