HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Rabu, 20 Juni 2018

    Ketua Hiswana Migas: Kelangkaan Disebabkan Banyak Orang Mampu Beli Gas 3Kg

    Add caption
    KEBUMEN(kebumenekspres.com) - Kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kilogram akhir-akhir ini ditengarai akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Banyak orang kaya yang tidak malu masih mau menggunakan barang yang diperuntukkan untuk orang miskin tersebut.

    Informasi yang berhasil dihimpun, banyak warga yang membeli "gas melon" itu dengan menaiki mobil pribadi. Selain itu, juga ada PNS di Kebumen yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram.

    Padahal PNS di jajaran Pemkab Kebumen telah mendeklarasikan diri tidak akan menggunakan barang khusus untuk warga dengan penghasilan dibawah Rp 1,5 juta per bulan. Para PNS juga sudah diwajibkan menggunakan tabung elpiji 5 kilogram.

    Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Wilayah Kedu, Sutarto Murti Utomo, menegaskan seharusnya kuota yang diberikan PT Pertamina cukup untuk kebutuhan warga Kebumen. Bahkan, telah dilakukan penambahan fakultatif untuk antisipasi menjelang Idul Fitri.

    "Dari hasil pantauan yang kami lakukan juga menemukan indikasi barang subsidi ini tidak tepat sasaran. Sekarang tidak usah saling menyalahkan, ini mejadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama," tegas pria yang karib disapa Atok ini, di Rumah Makan Candisari, pada malam takbiran kemarin, Kamis malam 14 Juni 2018.

    Pria yang juga Sekretaris Hiswana Migas Provinsi Jawa Tengah ini mengungkapkan, alokasi elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kebumen rata-rata 30.000 tabung per hari. Jumlah ini seharusnya mampu memenuhi kebutuhan.

    "Kalau kebutuhan normal di Kebumen sekitar 195.000 tabung, sedang pasokan dari Pertamina dalam satu bulan mencapai 780.000 tabung. Seharusnya di hari biasa pun ini sangat mencukupi,"bebernya.

    Kemudian, menjelang Lebaran kemarin dilakukank penambahan fakultatif hingga 100 persen. Yang disalurkan pada 14 Juni ditambah 50 persen dari kebutuhan normal 30.000 tabung, menjadi 45.000 tabung.

    Selanjutnya, pada 15 Juni 2018, atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Pertamina kembali menambah lagi sebanyak 2 lo (2 truk) untuk 11  agen yang ada di Kebumen. Satu lo berisi 590 tabung, sehingga masing-masing agen menerima pasokan 1.180 tabung elpiji 3 kilogram. Secara keseluruhan pasokan pada hari itu mencapai 12.980 tabung. "Pada tanggal 16 Juni juga ada pasokan lagi sebanya 32 ribu-an tabung. Seharusnya ini sangat cukup," ujarnya.

    Menurutnya, butuh pengawasan bersama agar gas elpiji bersubsidi ini tepat sasaran. Sehingga hanya orang yang berhak saja yang mendapat barang berssubsidi ini. "Semuanya perlu mengawasi ini," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top