Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Sabtu, 09 Juni 2018

    Hari Pertama Uji Coba, Tol Salatiga-Kartasura Macet

    radarsolo
    SOLO - Hari pertama mulai difungsikan kemarin, lalu lintas di Tol Solo-Kertosono ruas Solo-Ngawi terpantau lancar. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi ruas Tol Salatiga-Kartasura yang sempat macet dan harus ditutup selama beberapa jam. Hal ini terjadi lantaran kendaraan yang melintas melebihi batas kecepatan 40 kilometer per jam (km/jam) di tol fungsional tersebut.

    Pantauan Jawa Pos Radar Solo, lalu lintas Tol Solo-Ngawi terpantau lancar. Pengguna tol pun terlihat mulai terbiasa saat melalui jalur sepanjang 90 kilometer tersebut. Bahkan, dalam hitungan jam, 300 kendaraan terpantau melintas normal di ruas tol tersebut. Sarana dan prasarana yang disiapkan seperti rest area terpantau dimanfaatkan dengan baik, entah bagi mereka yang ingin melepas lelah perjalanan maupun mereka yang hendak mengisi bahan bakar di sejumlah pos yang disiapkan dalam lahan rest area tersebut.

    Kendala yang terlihat hanya sebatas belum terbiasanya pengguna tol melintasi tol dengan status fungsional. Salah satunya tentang banyaknya pengemudi masih bingung mengenai tarif jalan tol seperti yang terlihat di Gerbang Tol Ngemplak, Boyolali. Para pengemudi terpantau masih berhenti untuk menempelkan kartu e-toll atau uang elektronik meskipun jalur tersebut masih beroperasi tanpa tarif atau gratis.

    “Masih banyak yang belum tahu kalau jalan tol ini masih gratis. Makanya tadi berkali-kali petugas mengumumkan lewat pengeras suara. Nanti segera kami lengkapi dengan pengumuman agar tidak perlu berhenti,” terang Manajer Pengendalian Operasi PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) Imam Zarkasih.

    Lebih jauh diterangkan Imam, sejak pagi hingga siang hari sedikitnya 3.000 kendaraan telah melintas di tol fungsional tersebut. Angka tersebut diprediksi masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan hingga masuk masa puncak arus mudik pada H-3 Lebaran.

    “Kalau berdasarkan penghitungan di Salatiga, nanti puncaknya sampai 25 ribu. Lalu pada puncak arus balik nanti bisa 35 ribu,” beber dia.

    Kondisi tol Soker ini bertolak belakang dengan situasi yang terlihat di ruas Salatiga-Kartasura. Banyaknya kendaraan yang melintas melebihi batas kecepatan akhirnya menimbulkan penumpukan kendaraan di titik yang cukup sempit seperti yang terlihat di jembatan Kali Kenteng. Pada kilometer 490 tersebut, konstruksi pilar dan pondasi jembatan layang belum kelar, sehingga kendaraan harus lewat di bawah dengan kondisi jalan cukup sempit.

    “Kami cek lokasi di sana memang terjadi penumpukan kendaraan yang cukup padat. Ini memaksa kami untuk mengambil pilihan untuk menutup Gerbang Tol Salatiga untuk sementara. Pukul 16.00 WIB kami tutup dan arus kendaraan menuju tol dialihkan sementara oleh kepolisian setempat,” beber Imam.

    Sebagai antisipasi kejadian serupa, pihaknya meminta pengguna tol, khususnya yang melintas di ruas Salatiga-Kartasura untuk mematuhi batasan kecepatan saat melintas. Sesuai rambu yang terpasang, batasan maksimal di jalur fungsional yang hanya dibuka satu lajur tersebut hanya 40 km/jam. Faktanya, pengguna tol melebihi batas kecepatan sehingga waktu tempuh mereka lebih cepat. Efeknya, terjadi penumpukan kendaraan di ruas sempit Kali Kenteng.

    “Kami harap masyarakat jangan kaget jika ada pengalihan semacam ini karena statusnya masih fungsional. Dan kalau bisa patuhi aturan batas kecepatan,” tegas Imam.
    Di sisi lain, kepolisian dan dinas perhubungan setempat terus memaksimalkan pengawasan di sejumlah ruas jalan sekitar pintu masuk tol. Seperti yang terlihat di sekitar Gerbang Tol Ngemplak. Ini dilakukan sebagai antisipasi penumpukan kendaraan di sekitar akses keluar masuk tol.

    “Pengaturannya sama. Kami standby kan petugas dan intervensi melalui Apill. Sampai hari ini masih normal,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno.

    Manajer Administrasi PT JSN Fatahillah menambahkan, di jalur tol fungsional, termasuk jalur Salatiga - Colomadu sepanjang 32,65 km itu hanya kendaraan golongan satu atau kendaraan kecil saja yang diperbolehkan melintas, sementara kendaraan besar seperti bus dan truk dilarang. Tak hanya untuk pemudik, masyarakat sekitar pun diperbolehkan melintas, asal satu arah sesuai aturan yang ditetapkan.

    “Kami buka satu arah saja sampai H+2 Lebaran untuk arus mudik. Sebaliknya, mulai H+3 sampai 24 Juni kami dibuka satu arah untuk arus balik,” ujarnya.
    Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menambahkan, pihaknya sudah mengecek jalur tol fungsional yang berada di wilayah Boyolali. Secara umum, jalur tersebut sudah siap difungsikan untuk pemudik.

    “Secara umum jalur tol fungsional sudah cukup baik, ada pos pengamanan dan rest area, tempat ibadah,  pos kesehatan, hingga tempat pengisian BBM,” terangnya.
    Sementara pantauan di exit tol Pungkruk, Sragen, tidak terlalu banyak kendaraan yang keluar masuk jalan tol. Tampak sejumlah bus dan kendaraan angkutan barang dengan ukuran besar melintas. Selain itu traffic light di pintu keluar exit tol sudah berfungsi dengan baik.

    Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra menyampaikan, sejauh ini kendaraan terpantau lancar. Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah pos pengamanan untuk jalur tol. Pos pengamanan antara lain di Rest Area Tol Masaran, Exit Tol Pungkruk dan Rest Area Paldaplang. ”Di tol kami sudah siapkan tiga pos pengamanan. Setiap pos ada 30 personel gabungan,” terangnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman.

    Selain itu, pihaknya sudah sosialisasi agar tidak ada masyarakat pengguna roda dua yang memasuki jalan tol. Untuk masalah tersebut pihaknya meyakinkan bahwa jalur tikus untuk masuk tol sudah ditutup semua. ”Sudah ditutup semua aksesnya,” kata dia.

    Soal volume kendaraan yang melintas juga tidak terlalu padat. Rata- rata kendaraan yang melintas sekitar 20-30 kendaraan dalam semenit. Selain itu banyak kendaraan yang memilih melanjutkan perjalanan menuju jawa timur daripada keluar lewat pintu tol Sragen. ”Belum ada jumlah arus mudik yang signifikan,” bebernya.

    Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen Muhari menyampaikan traffic light terletak di pertigaan keluar jalan tol sudah beroperasi dengan baik. Pihaknya juga menyampaikan tidak ada kendaraan roda dua yang masuk tol. ”Fly over di Tunjungan sudah bisa digunakan,” jelasnya. (ves/wid/din)



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top