HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Rabu, 20 Juni 2018

    Bantu Masak, Perempuan di Kudus Tewas Tercebur Sumur

    POLSEK GEBOG FOR RADAR KUDUS
    KUDUS – Evakuasi Nanik Sugiyarti, 26, membutuhkan waktu sekitar empat jam. Warga RT 2 RW 7, Desa Besito, Kecamatan Gebog tersebut tercebur sumur yang tidak terpakai milik salah satu keluarganya di RT 2 RW 10, Dukuh Krenak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, kemarin (19/6).

    Saat berhasil dievakuasi oleh tim BPBD, Basarnas, kepolisian dengan dibantu masyarakat Nanik sudah tewas. Diperkirakan kehabisan napas saat berada di sumur yang memiliki kedalaman sekitar 25 meter.

    Salah satu saksi Sumini, 33, mengungkapkan, saat itu bersama korban. Keduanya sedang membantu memasak di dapur untuk persiapan perkawinan adik iparnya. Tak lama mendengar teriakan. Dia mendapati Nanik tidak berada di tempat.

    ”Saat itu posisi saya membelakanginya. Saya mencuci ayam dan korban duduk di atas bibir sumur yang tertutup papan kayu. Saya sempat mendengar suara papan retak dan sesuatu tercebur ke sumur. Saya tengok ternyata sudah berada di dalam sumur,” jelasnya.

    Seketika itu dia berteriak meminta bantuan kepada Sutrisno, 33. Korban beberapa saat masih bisa berteriak minta tolong. Sampai akhirnya tidak lagi ada suara yang terdengar.

    Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00, namun korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 14.00. Lamanya proses evakuasi tersebut dikarenakan kedalaman sumur tersebut mencapai 25 meter.

    ”Saya sempat masuk ke dalam sumur untuk menyelamatkan korban. Namun, saat baru sampai tengah-tengah saya merasa sesak napas. Akhirnya saya keluar lagi,” ungkap Sutrisno yang kebetulan berprofesi menjadi tukang gali sumur itu.

    Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengungkapkan, mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari warga. Pihaknya membenarkan proses evakuasi berjalan cukup lama dan diwarnai sesak napas.

    ”Tim BPBD yang turun ke dalam sumur untuk mencari korban beberapa kali keluar karena oksigen di dalam tabung habis. Pencarian korban sulit. Bahkan tim sudah menggunakan batang bambu sepanjang 3 meter yang ditancapkan ke dasar sumur. Namun, korban tak kunjung ditemukan,” paparnya.

    Hingga sekitar pukul 13.00 tim dari Basarnas Kudus datang dan melakukan evakuasi. Dalam melakukan pencarian korban, mereka menggunakan bantuan kipas blower yang dimasukan dalam sumur. Sekitar 30 menit kemudian korban ditemukan dan berhasil dievakuasi dari dalam sumur.

    ”Dari hasil pemeriksaan bidan Afriyani dan bidan Dita dari Puskesmas Gondosari, korban meninggal dunia. Terdapat luka lecet pada siku bagian dalam tangan kanan. Pergelangan tangan kanan mengalami patah tulang dan punggung bengkak. Dan tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.

    Sementara itu, suami korban Hartono, 38 cukup terpukul dengan kejadian itu. ”Kami dari pihak keluarga sudah menerima ini sebagai musibah. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dalam proses evakuasi jasad isteri saya,” ucapnya. (daf/ris)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top