• Berita Terkini

    Selasa, 15 Mei 2018

    Tolak Terorisme, Ratusan Warga dan Gusdurian Kebumen Gelar Doa Bersama

    Saefur Rohman / Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Lebih dari 500 orang dari berbagai elemen masyarakat, umat lintas agama serta komunitas Gus Durian Kebumen menggelar aksi doa bersama di Tugu Lawet Kebumen, Senin (14/5/2018) malam. Aksi doa bersama tersebut untuk mendoakan para korban ledakan bom yang ada di Surabaya serta anggota Polri yang gugur dalam peristiwa kerusuhan di Mako Brimob.

    Dalam aksi tersebut, mereka juga mengutuk segala bentuk kekerasan dan menyatakan tidak takut serta akan bersatu melawan segala aksi terorisme.

    Para peserta doa bersama berkumpul secara spontan mulai pukul 20.00 WIB di Tugu Lawet Kebumen. Mereka menggelar aksi doa bersama sembari menyalakan lilin. Kemudian satu persatu perwakilan elemen melakukan orasi. Diantaranya dari tokoh agama, Perwakilan Pemuda Islam, umat Kristiani serta elemen perguruan tinggi. Hadir pula Katib Syuriah PCNU Kebumen Salim Wazdy.

    Ketua Komunitas Gus Durian Kebumen, Humam Rimba mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud turut berbela sungkawa kepada korban kerusuhan dan teror bom yang dilakukan oleh teroris yang terjadi di Surabaya maupun ditempat lainnya. "Kami tidak takut terorisme, kami akan melawan terorisme. Mari kita bersama- bergandengan tangan, tanpa kita bersinergi kita tidak dapat melawan," tandasnya.

    Sementara itu doa bersama yang dikawal ketat oleh petugas kepolisian, tim media PMI Kebumen dan sejumlah organisasi lain tersebut berlangsung aman hingga selsesai. Suasana menjadi haru saat para peserta menyanyikan gugur bunga dan lagu kebangsaan lainnya yang dinyanyikann oleh para musisi yakni Maryanto Theo Dharma Kelana (49) bersama vokalis band ragge Fly Awal Ras Inggi yang turut hadir dalam acara tersebut.

    Katib Syuriah PCNU Kebumen Salim Wazd menyambut baik forum tersebut untuk menciptakan ketenangan dan ketentraman masyarat. Disisi lain dia juga meminta masyarakat harus tenang dan tidak terprovokasi. Wazdy juga menegaskan bahwa aksi radikal dan teror bukan jihad.

    "NU mengecam dan mengutuk keras tindakan radikal dan terorisme karna sangat bertentangan dengan agama manapun. Dalam agama islam tidak ada dalilnya yang berkaitan dahwah dengan teror, bahkan Nabi Muhammad SAW berdakwah dengan damai bukan dengan teror, kita masyarakat tidak akan takut kepada teroris, sekali lagi nyawa milik tuhan bukan milik teroris," katanya menyuarakan secara berulang - ulang.

    Selain itu Pendeta Geraje Kristen Injil Nusantara Kebumen, Yosafa Affar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kesatuan dari elemen masyarakat bahwa pihaknya tidak akan pernah takut dengan teroris. "Ini sebagai wujud pesan kepada pelaku terorisme bahwa kami umat kristiani Indonesia khussunya Kebumen tidak takut dan tetap bersatu menghormati satu sama lain, kami tetap ada untuk Indoesia sehingga tercipta kedamaian di negeri ini," katanya.

    Ketua KPU Kebumen Paulus Widyantoro, yang turut dalam aksi doa bersama tersebut mengatakan, pihaknya turut partisipasi menyikapi aksi terorisme. "Kami dari elemen Gus Durian dan elemen masyarakat berdoa bersama untuk para korban, kita tidak takut dengan teroris dan kita tetap cinta NKRI dan wujudkan kedamaian apapun kondisinya,' katanya dengan nada tegas.

    Selain itu tokoh masyarakat Gombong, Peter Sidharta mengatakan ia mengapresiasi kegiatan aksi doa bersama gus durian dan sejumah tokoh lintas agama, pihaknya turut prihatain dan turut beduka untuk para korban baik dari kebumen maupun luar kebumen. "Semoga dengan aksi ini bisa membuat warga Kebumen tenang dan tidak ada rasa ketakutan," ungkapnya.

    Sebelumnya, ribuan warga Kebumen juga menggelar aksi sejuta tanda tangan pada acara Car Free Day di Alun-alun Kebumen. Aksi ini merupakan bentuk dukungan Polri dalam memberantas Teroris.

    Aksi tanda tangan dibubuhkan di atas spanduk yang dibentangkan Polres Kebumen, Minggu (13/05) pagi.

    Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kabag Ops Polres Kebumen AKP Cipto Rahayu, tanda tangan tersebut merupakan dukungan kepada Polri untuk memerangi Teroris.

    “Ini juga sekaligus bentuk belasungkawa atas gugur personel Polri dalam kejadian kerusuhan di Rutan Salemba Depok,” kata Kabag Ops.

    Bukan hanya pengunjung “Car-free Day” saja yang menandatangani sepanduk tersebut. Namun Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar juga terlihat bersama Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Kebumen Ny. Novy Arief Bahtiar juga melakukan aksi “Satu Juta Tanda Tangan” tolak terorisme yang digelar di seluruh Nusantara. (saefur/has)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top