Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Sabtu, 19 Mei 2018

    RSDS Kebumen Buka 3 Pelayanan Baru

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Mulai 21 Mei mendatang, Rumah Sakit Dr Soedirman (RSDS) Kebumen membuka unit pelayanan baru untuk pasien umum dan BPJS. Adapun  unit pelayanan baru tersebut yakni Klinik Spesialis Bedah Urologi, Rawat Inap Spesialis Bedah Urologi dan Tindakan Bedah dengan Laparascopy.

    Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Dr Soedirman Kebumen Rikamto SKep NS MM menyampaikan secara resmi bahwa layanan Klinik Spesialis Bedah Urologi, Rawat Inap Spesialis Bedah Urologi dan Tindakan Bedah dengan Laparascopy telah dibuka untuk pasien Umum dan BPJS mulai Hari Senin 21 Mei 2018 mendatang. "Resmi mulai 21 Mei mendatang," tuturnya, Jumat (18/5/2018).

    Sebelumnya, Kabid PMR BPJS Cabanyg Kebumen Dr Novi Indah melalui staffnya Restiningtiyas menyampaikan kredensial merupakan kegiatan peninjauan dan penyimpanan data-data berkaitan dengan pelayanan rumah sakit. Kredensial dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, BPJS adan Asosiasi. “Data-data ini nanti akan kita sampaikan,”  katanya.

    Pihaknya juga menjelaskan, setelah semua dilaksanakan maka nantinya akan diputuskan apakah direkomendasi, direkomendasi dengan catatan atau belum direkomendasi. Jika direkomendasi artinya RSDS Kebumen dapat memberikan layanan tersebut. Jika direkomendasi dengan catatan, maka harus ada beberapa hal yang mesti dilengkapi. Sedangkan jika belum direkomedasi, maka belum dapat memberikan pelayanan tersebut. “Jika belum direkomendasi dapat mengajukan kredensialing kembali, di waktu mendatang,” paparnya.

    Layanan urologi berkaitan dengan persoalan saluran kencing baik itu batu ginjal, prostat. Dengan adanya urologi maka pengambilan batu ginjal dilakukan tanpa sayatan opetasi. “Artinya batu ginjal dapat diambil dengan cara dihancur dan dikeluarkan melalui saluran kencing,” jelas dokter urologi RSDS Kebumen dr Dadang.

    Sedangkan laparoskopi merupakan bedah minimal invasif yakni tindakan pembedahan dengan menggunakan kamera fiber optik. Alat tersebut dimasukkan ke rongga tubuh melalui lubang yang sangat kecil yakni lima hingga 10 milimeter.

    “Jika operasi bisa luka dapat mencapai 10 centi meter atau lebih, dengan laparoskopi sayatan akan sangat kecil. Sehingga cepat sembuh dan bekas luka kecil,” ucapn dokter bedah RSDS Kebumen dr Budi Susanto. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top