Honda VARIO

  • Berita Terkini

    Selasa, 15 Mei 2018

    Prabowo Nyadran Ke Tanah Leluhurnya di Banyumas

    PURWOKERTO- Ribuan warga memenuhi taman kota Andhang Pangrenan. Mereka berkumpul menyambut kedatangan Prabowo Subianto, Senin kemarin.  Kali ini,  kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra tersebut ke Banyumas memiliki arti tersendiri.

    Prabowo pulang kampung untuk nyadran. Sebagaimana tradisi yang jamak dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Prabowo hadir di Andhang Pangrenan sekira pukul 11.00. Komandan Jendral Kopasus tahun 1995 ini juga dinanti para purnawirawan yang tinggal di Banyumas.

    Para veteran perang pembebasan Timor-Timor berbaris rapih  memberikan hormat kepada Prabowo. "Kiswan, sini naik. Dulu dia ada kumisnya, sekarang sudah ompong begini. Kiswan ini adalah jago tembaknya baret merah dulu," ujar Prabowo di panggung. Kiswan pun diajak satu panggung dengannya.

    Prabowo didampingi salah satu putri proklamator Rachmawati Soekarnoputri, Permadi, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono, Anggota DPR RI Novita Wijayanti, Ketua DPD Partai Gerinda JatengWachid. Selain itu ada juga tokoh masyarakat seperti Fran Lukman, tokoh agama. Tak ketinggalan pula calon gubernur Jateng Sudirman Said, dan calon bupati Banyumas Mardjoko.

    Lebih jauh, Prabowo mengatakan, dia tetap setia dengan rakyat mempertahankan kedaulatan NKRI. Termasuk pula selalu bersama rakyat Banyumas. Tempat dia dibesarkan bersama kakek dan ayahnya. Menurutnya, kesetiaan seorang prajurit jangan pernah untuk diragukan. Bagi seorang prajurit, tanah air dan bangsa adalah diatas segalanya.

    "Prajurit punya kesetiaan tinggi terhadap negeri ini. Seperti Kiswan, meski sudah menua dan giginya ompong dia tetap mencintai dan mengabdikan diri kepada tanah air. Harus kita contoh kesetiaan ini, " kata dia.

    Tak lupa, Prabowo menyatakan keprihatinan dengan ulah teroris yang tidak berperikemanusiaan. Para teroris itu tega meneror sesama bangsanya sendiri. Teroris bermaksud membuat ketakutan dan berusaha memecah belah bangsa.

    "Kami mengutuk keras aksi terorisme. Jangan mau negeri dipecah belah. Kita tak takut diteror. Polri semakin dikuatkan, TNI harusnya juga semakin diperkuat agar pertahanan negara tidak mudah dijebol teroris, " kata dia.

    Selain persoalan terorisme, Prabowo juga sempat menyentil perekonomian negara yang termpau bergantung pada asing. "Kita harus mampu berdikari. Banyak sekali potensi di negeri Indonesia tercinta," katanya.

    Sebelum meninggalkan Andhang Pangrenan, Prabowo menyempatkan terlebih dahulu berjoget bersama ribuan pendukungnya di bawah panggung. Kegembiraan rakyat adalah kegembiraan pemimpin. "Saya juga tak pernah bisa lepas dari asal usul saya sebagai putra Banyumas," katanya.

    Di Banyumas ini, di tanah leluhurnya, Prabowo juga menegaskan ikrarnya untuk terus bersama rakyat sampai titik penghabisan. "Ikrar saya di tanah leluhur ini, tak pernah sekalipun saya akan meninggalkan rakyat. Kita akan terus berjuang bersama sampai kapanpun," katanya.

    Terpisah, Novita Wijayanti, Anggota DPR RI dari Gerindra yang menjadi penanggung jawab kunjungan Prabowo ke Banyumas, mengatakan, kehadiran Prabowo sekaligus untuk nyadran menjelang puasa.  "Pak Prabowo putra asli daerah. Pulang kampung. Nyadran ke tanah leluhur. Nanti nyekar ke makam keluarga beliau, " katanya.
    Moment ini juga sekaligus digunakan untuk menyapa warga Banyumas dan sekitarnya.

    "Silaturahim, momentum Nyadran jelang puasa ini kebetulan berdekatan dengab Pilbub dab Pilgub. Jadi hadir pula Pak Mardjoko dan Sudirman Said mendampingi pak Prabowo, " kata dia.
    Kemarin sore, Prabowo ziarah ke pesarean kakeknya, Margono di makam Dawuhan Kecamatan Banyumas. Setelah itu, Prabowo menuju ke Kebumen untuk nyekar di makam sang ayahanda. Prabowo juga bersilaturahmi dengan warga Kebumen. (hkm/dis)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top