• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 16 Mei 2018

    Gus Fahrudin: Sudah Saatnya Santri Terjun Berpolitik

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Jatimulyo Alian Gus Fahrudin Achmad Nawawi menegaskan bahwa sudah saatnya santri terjun berpolitik. Pasalnya kiprah dan peran para santri dalam berkontribusi untuk bangsa dan negara sudah sangat jelas.

    Hal ini disampaikan saat sambutan sebagai tuan ruman dalam acara Halaqoh 1.000 Kiai di Ponpes Al Hasani. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Santri Gayeng Kebumen, Minggu (13/5/2018) kemarin. Adapun kata “Gayeng” sendiri merupakan akronim dari Ganjar-Yasin untuk Jateng.

    Halaqoh menghadirkan pembicara KH Ubab Maimun dari Rembang (Kakak Taj Yasin). Turut hadir pula pada acara itu, sejumlah Kiai Kebumen seperti Pengasuh Pondok Pesantren Al Muhajirin wal Ansor Desa Sidogede Kecamatan Prembun KH Raden Rahmat. Pengasuh Pesantren Roudhotut Tholabah KH Mukhtar Ghufron dan KH Bahmat Abdul Jalil dari Prembun. Halaqoh juga dihadiri oleh Ning Nawal Nur Arafah yang tak lain merupakan istri Cawagub Jateng Taj Yasin.

    Santri Gayeng ini merupakan wadah yang mengakomodasi para santri yang mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar Pranowo dan Taj Yasin pada Pilgub Jateng 2018. Santri gayeng akan mengawal terus pasangan Ganjar-Yasin. Bahkan sampai jadi akan terus dikawal. Hal ini tentunya mengenai program-program yang berkaitan dengan pesantren, Madrasah Diniyah  (Madin) dan guru-guru madin.

    Dalam kesempatan itu Gus Fahrudin mengemukaan peran santri dalam berkontribusi untuk bangsa dan Negara sudah sangatlah jelas. Hal itu dibuktikan saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kala itu para kiai pesantren memahami dan menerapkan betul kalimat “Hubbul wathan minal iman” yang mempunyai arti cinta tanah air adalah sebagian dari iman. “Sehingga apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut,” tuturnya.

    Dengan demikian maka meski harus mengkorbankan nyawa sekalipun para santri dan kiai akan dengan gigih melakukan perjuangan. Sehingga Fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh PBNU menjadi titik tolak perjuangan para kiai beserta para santri-santrinya. Pada 21-22 Oktober 1945, NU mengumpulkan semua kiai dan konsul NU se-Jawa Madura untuk memusyawarahkan tentang sikap yang akan diambil terkait masuknya kembali pasukan Belanda dan sekutu ke Indonesia. Dari pertemuan tersebut KH Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa fardlu ain bagi umat Islam untuk memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

    Lebih lanjut Gus Fahrudin menyampaikan, sehinga bukan tanpa alasan jika para kaum santri menyambut Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober dengan gegap gempita dan penuh suka cita. Sebab sejarah mencatat pada tanggal tersebut Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad untuk berjuang mempertahankan Kemerdekaan RI dari tangan penjajah yang masih tersisa. Keputusan pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional merupakan keputusan yang tepat untuk tidak mengabaikan sejarah tentang peran kaum santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.

     “Peran besar itu ditandai dengan seruan jihad oleh para Ulama NU saat itu. Fatwa  itu kemudian  tertuang dalam Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang merupakan rangkaian panjang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

    Sementara itu Ketua Panitia Halaqoh KH Agus Masruri menjelaskan, santri gayeng merupakan santri yang menyatakan diri menjadi sukarelawan Ganjar Pronowo dan Taj Yasin dan menginginkan peran santri tetap ada untuk kemajuan bangsa dan negara. “Ketika wakil dari santri yakni Taj Yasin yang merupakan putra dari ulama kharismatik KH Maimoen Zubair maju menjadi wakil Gubernur Jateng, maka santri gayeng siap mengawal,” katanya.

    KH Agus yang juga merupakan Ketua Santri Gayeng itu juga menegaskan, tak sekadar mengawal saja, nanti setelah jadi para santri akan mengawal program-program utamanya terkait dengan santri. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top