HONDA CRF 150

  • Berita Terkini

    Kamis, 03 Mei 2018

    Diumumkan Hari Ini ke Siswa, Nilai Rata-Rata Unas Turun

    JAKARTA – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kemarin (2/5/2018) dibarengi kabar kurang menyenangkan. Tren penurunan hasil ujian nasional (unas) jenjang SMA dan SMK terus berlanjut. Padahal, nilai rata-rata unas 2017 sudah menurun jika dibandingkan dengan 2016.


    Hari ini (3/5) nilai unas akan diumumkan kepada siswa. Namun, datanya sudah dikirimkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak kemarin ke daerah. Karena itu, daerah bisa merekap dan membandingkan perolehan siswa di wilayah mereka dengan tahun lalu.


    Bahwa terjadi penurunan nilai rata-rata unas secara nasional, hal itu dibenarkan Mendikbud Muhadjir Effendy. ’’Kalau dari skor, turun,’’ katanya saat ditemui di kantor Kemendikbud seusai acara pentas Hardiknas tadi malam.


    Meksi demikian, dia menyebut hasil unas tersebut dibarengi hal positif. Yakni, kenaikan integritas siswa selama pelaksanaan ujian. ’’Dari segi integritas, kan jadi seratus persen,’’ tegasnya.


    Menurut dia, nilai plus itu diperoleh lantaran persentase penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) naik signifikan.


    Salah satu daerah yang mengalami penurunan nilai unas adalah Jawa Timur. Bukan hanya itu. Jumlah siswa yang memperoleh nilai ujian di bawah 55 juga bertambah.

    Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menyebutkan, kondisi itu disebabkan sulitnya soal yang disusun Kemendikbud. Kondisi tersebut diperparah ketidaksiapan tenaga pendidik.


    ’’Karena itu, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi kami agar tahun depan lebih baik,’’ kata Kepala Dispendik Jatim Saiful Rahman.


    Dari paparan yang disampaikan Dispendik Jatim, hasil kurang memuaskan terjadi di hampir semua sektor. Misalnya, di jenjang SMK, rata-rata nilai per mata pelajaran (mapel) mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu.


    Yang paling drastis adalah matematika. Pada unas tahun ini, nilai rata-rata bidang studi yang dianggap paling sulit itu hanya 34,40. Hasil itu lebih rendah daripada unas tahun lalu yang masih mencapai 37,72.


    Situasi hampir sama terjadi di jenjang MA. Matematika masih jadi bidang studi yang paling sulit. Yakni, rata-rata nilai yang diperoleh 33,34. Angka itu jauh merosot bila dibandingkan dengan tahun lalu 41,12.


    Jumlah siswa yang memperoleh rata-rata nilai unas di bawah angka 55 juga sangat tinggi. Dari total peserta unas se-Jatim yang mencapai 493.300 siswa, total peserta ujian yang nilainya di bawah 55 mencapai 78,88 persen. Jumlah itu lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya 55,41 persen.


    ”Tingkat kesulitan soal cukup tinggi. Bahkan, banyak soal yang di luar perkiraan guru-guru,” kata Saiful tentang penyebab turunnya nilai.


    Sebenarnya, kata Saiful, persiapan para siswa maupun guru dalam menghadapi UNBK sudah cukup maksimal. Selain berlangsung lama, dispendik berkali-kali menggelar tryout.


    Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi atas hasil ini. Salah satunya berkaitan dengan ketidaksiapan para tenaga pendidik. Bahkan, dispendik berencana mengevaluasi kinerja para guru pascahasil tersebut. ”Yang pasti, evaluasi itu untuk perbaikan,” katanya.


    Senada, Kabid Pembinaan SMA Dispendik Jatim Etty Prawesti menyatakan, hasil ujian itu menunjukkan bahwa kemampuan para tenaga pendidik perlu di-upgrade lagi. ”Terutama untuk guru mapel. Sehingga, soal yang diajarkan ke siswa bisa lebih variatif,” katanya.


    Meski tak memengaruhi kelulusan, dispendik memastikan para siswa yang merasa nilainya terlalu rendah tetap bisa memperbaiki. ”Nanti ada ujian perbaikan. Untuk waktu dan tempatnya, akan ditetapkan Kemendikbud,” kata Etty.




    Umumkan Sore agar Tidak Konvoi

    Sementara itu, sejumlah sekolah sudah bersiap mengumumkan kelulusan jenjang SMA sederajat hari ini. Sebagaimana diketahui, kelulusan siswa ditetapkan berdasar hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Bukan berdasar nilai ujian nasional (unas).


    Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Mansur mengatakan, sedianya pengumuman disampaikan kepada siswa pukul 15.00 waktu setempat. Tetapi, diundur menjadi pukul 17.00 waktu setempat. ’’Tujuannya, tidak ada kesempatan jalan-jalan atau konvoi,’’ katanya kemarin (2/5).


    Mansur mengatakan, pihak sekolah mendapat nilai hasil unas dari dinas pendidikan provinsi pada Selasa (1/5). Sementara itu, dinas pendidikan provinsi memperoleh hasil unas dari Kemendikbud pada Senin (30/4).


    Dia menegaskan bahwa yang dipakai acuan kelulusan adalah nilai USBN, bukan skor unas. Skoring USBN dilakukan sekolah masing-masing. Batas nilai kelulusan juga diserahkan kepada sekolah masing-masing. Dia mengatakan, kriteria kelulusan di SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, ditetapkan rata-rata nilai USBN 7,5 poin dan nilai minimal masing-masing pelajaran 7.


    Dia mengatakan belum bisa menyampaikan nilai unas secara detail. Sebab, nilai unas baru diumumkan di sekolah pada 4 Mei. Mansur hanya menyampaikan, nilai unas tertinggi tahun ini 285,5 poin. Sementara itu, tahun lalu nilai tertingginya 274,5 poin. Baik tahun ini maupun tahun lalu, nilai tertinggi diraih anak IPA.


    ’’Yang diumumkan besok (hari ini, Red) sebatas informasi siswa bersangkutan lulus atau tidak lulus saja,’’ jelasnya. Pengumuman akan disampaikan melalui beberapa media. Yaitu, website sekolah, grup WhatsApp (WA), SMS center, dan Facebook resmi sekolah. Siswa yang ingin mengetahui nilai unasnya bisa datang ke sekolah pada 4 Mei.


    Mansur menyatakan sampai kemarin belum bisa menganalisis nilai unas untuk sekolahnya. Apakah tahun ini banyak siswa yang nilainya naik atau malah sebaliknya, banyak yang turun. Dia menjelaskan, nanti nilai USBN, sebagai penentu kelulusan, disajikan langsung di ijazah. Sementara itu, nilai unas akan ada di lembar tersendiri. (ris/syn/ang)

    erbandingan Rata-Rata Nasional Hasil Unas 2016 dan 2017



    Jenjang 2016 2017 Keterangan

    SMA negeri 55,46 51,37 turun 4,09

    SMA swasta 53,87 49,72 turun 4,15

    MA negeri 55,35 50,74 turun 4,61

    MA swasta 53,21 47,34 turun 5,87

    SMK negeri 53,65 48,88 turun 4,77

    SMK swasta 52,27 45,74 turun 6,53



    Sumber : Paparan Kemendikbud

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top