• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Jumat, 18 Mei 2018

    Bubur Banjar Samin, Hidangan Khas Warga Solo saat Ramadan

    ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO
    SOLO – Tradisi yang satu ini tidak pernah membosankan, meskipun selalu digelar setiap datangnya Ramadan. Malah membuat kangen. Ya, bagi-bagi bubur Banjar Samin di Masjid Darussalam, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan.

    Sore kemarin (17/5/2018), ratusan warga mengantre untuk mendapatkan bubur khas Kalimantan itu yang akan digunakan sebagai menu berbuka puasa. 

    “Saya baru pertama kali ke sini untuk minta bubur. Padahal dari kecil saya tinggal di dekat Masjid Darussalam. Tapi, belum pernah ikut antre. Ya baru kali ini. Ingin lihat proses pembuatannya juga,” ujar Siti Jasirah.

    Siti mengaku memiliki darah Banjar dari sang bunda. Tak heran, dia merasa ada keterikatan secara batin dengan Bubur Samin Banjar ini. Terlebih, dia menemuinya di tanah Jawa, bukan di pulau asalnya.

    “Biasanya, memang orang Banjar yang suka sama bubur ini. Mungkin karena rasanya beda kalau dengan lidah orang Jawa. Tapi, saya lihat banyak juga orang Jawa yang juga antre. Jadi sudah bisa diterima lidah wong Jowo,” sambungnya.

    Ketua Takmir Masjid Darussalam Rosyidi Muchdlor menuturkan, bubur Banjar Samin memang berbeda dengan bubur lainnya. Tak hanya mengandalkan santan agar rasanya gurih, namun juga kaya rempah-rempah.

    “Bubur Banjar Samin ini dilengkapi dengan rempah, minyak Samin, dan daging. Ditambah kopi susu dan kurma. Benar-benar khas Banjar,” ungkapnya.
    Setiap hari, pihaknya menyediakan 1.100 porsi bubur Samin. Rinciannya, 900 porsi dibagikan untuk mereka yang berbuka puasa di rumah, sisanya sebagai hidangan di masjid.

    “Jadi bukan hanya untuk fakir miskin. Tapi, untuk semua orang yang berbuka puasa. Boleh dibawa pulang. Barang siapa memberi makanan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu,” bebernya.

    Tradisi bagi-bagi Bubur Banjar Samin ini dilakukan selama sebulan penuh. “Buka puasa dengan Bubur Banjar Samin ini sudah sejak 1965. Mulai go public 1985. Ternyata banyak jamaah yang suka dengan bubur ini. Pertama kali bagi-bagi bubur menghabiskan 15 kilogram beras,” terangnya. (aya/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top