Honda VARIO

  • Berita Terkini

    Jumat, 11 Mei 2018

    Briptu Wahyu Catur Sempat Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Sang Ibu

    fotoahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres. com) - Cerita mengharukan diungkap keluarga Briptu Wahyu Catur Pamungkas, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri asal Kebumen yang gugur dalam kerusuhan rutan Mako Brimob. Sebelum gugur dalam menjalankan tugas, Briptu Wahyu Catur sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang Ibu, Surayi.

    Cerita itu disampaikan ayah kandung almarhum, Pujiono, usai usai pertemuan dengan Kapolda Jawa Tangah, Condro Kirono di pendopo rumah dinas Bupati Kebumen, Kamis (10/5/2018).

    Pujiono mengaku sangat kehilangan anaknya tersebut. Apalagi, tak ada firasat apapun yang dirasakan pihak keluarga. "Tidak ada firasat apapun hanya ibu
    lemes saja sejak hari senin hingga Rabu lalu," kata Pujiono yang purnawirawan TNI itu.

    Sepanjang melaksanakan tugas, Briptu Wahyu Catur juga sering berkomunikasi dengan keluarga. Bahkan ia menyempatkan mengirim pesan singkat melalui Whatsapp dan memberi ucapan selamat ulang tahun untuk sang ibu tercinta Suryani. Ucapan selamat ulang tahun itu disampaikan lewat kakak kandungnya.  "Komunikasi teraklhir lewat WA kepada kakaknya pada tanggal 5 Mei 2018 kemarin hanya mengucapkan selamt ulang tahun untuk ibunya. Dia mengatakan, "Selamat Ulang Tahun Ya Mak," kata Pujiono.

    Briptu Anumerta Wahyu Catur Pamungkas telah dimakamkan, Kamis (10/5/2018). Atas permintaan keluarga, jenasahnya dimakamkan di tempat kelahiran, Desa Kamulyan Kecamatan Kuwarasan.

    Briptu Anumerta Wahyu Catur Pamungkas diketahui sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Diantara kelima polisi yang gugur, satu diantaranya diketahui juga asal Kebumen. Dia adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli yang asal Desa Ngasinan, Kecamatan Bonorowo(*/cah


    Briptu Anumerta Wahyu Catur Pamungkas menjadi salah satu korban dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang mengakibatkan  lima polisi gugur.  Adapun korban masing-masing, Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo

    Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas. Selain kelimanya, ada satu napi terorisme ikut terbunuh dalam peristiwa itu.

    Briptu Anumerta Wahyu Catur Pamungkas diketahui sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Diantara kelima polisi yang gugur, satu diantaranya diketahui juga asal Kebumen. Dia adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli yang asal Desa Ngasinan, Kecamatan Bonorowo. (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top