HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Kamis, 31 Mei 2018

    Beternak Ikan Gabus Tidak Sesulit Louhan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Beternak ikan gabus ternyata tidak sesulit ikan lauhan. Benih ikan gabus mempunyai daya tahan lebih bila dibandingkan dengan louhan. Maka dari itu jika usaha ini ditekuni bukan tidak mungkin akan menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Ini mengigat permintaan ikan gabus masih terbilang tinggi.

    Adanya usaha pembenihan ikan gabus salah satunya dilaksanakan oleh Sahid (33) warga RT 1 RW 5 Dukuh Jimbun Desa Giwangretno Kecamatan Sruweng. Di rumahnya kini terdapat banyak kolam berukuran kecil yang digunakan untuk membesarkan benih ikan gabus. “Daya tahannya lebih baik dari benih lauhan” tuturnya, Rabu (30/5/2018).

    Dijelaskannya, saat ini terdapat dua jenis ikan yang dipijah yakni ikan lauhan dan gabus. Ikan lauhan dipijah di akuarium, sedangkan pemijahan ikan gabus dilaksanakan di kolam besar. Pihaknya memastikan jika dalam waktu 20 hari sekali, ikan gabus dipastikan akan memijah. “Kalau waktunya hanya butuh sekitar 20 hari sekali, kami akan panen bibit ikan gabus,” jelasnya.

    Setelah mijah, maka benih ikan gabus yang masih sangat kecil itu dibawa menggunakan ember dengan hati-hati. Selanjutnya, benih akan ditempatkan dalam sebuah bak dan diberi aerator. Untuk tahap awal ikan diberi makan cacing sutra selama dua minggu. Setelah itu benih ikan akan mulai diberi makan voer. “Untuk benih yang dijual dipastikan sudah maka voer,” paparnya.

    Didinggung mengenai harga, Sahid menjelaskan, jika bibit di dijual kisaran Rp 300 per ekor dengan panjang sekitar 3 centimeter. Pihaknya mengaku telah menekuni usaha ternak banyong selama 1 tahun. Sedangkan untuk ternak lauhan telah dilaksanakan selama tiga tahun. “Untuk pemasarannya sangat mudah, banyak relasi yang membutuhkan bibit bayong dan lauhan,” paparnya.

    Sahid juga menyampaikan, pertumbuhan benih gabus  tergolong sangat cepat. Dalam beberapa hari saja pertumbuhan mampu mencapai tiga kali lipat pada tahap awal. Setelah bibit mulai membesar maka akan disortir yakni untuk menyamakan ukuran. Benih yang besar dipelihara bersamaan yang besar, demikian pula dengan yang kecil. Ini dilaksanakan agar pertumbuhan benih akan merata.  (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top