• Berita Terkini

    Senin, 21 Mei 2018

    Banyak Panti Asuhan Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Kebumen, menyerahkan bantuan 350 paket alat sekolah dan sembako untuk sejumlah panti asuhan. Sacara simbolis bantuan senilai Rp 334 juta yang bersumber dari APBD Kebumen 2018 itu diserahkan Kadinsos PPKB dr Dwi Budi Satrio, di Aula Dinsos, belum lama ini.

    Budi Satrio, mengatakan ada sembilan panti asuhan dari 22 panti yang ada di Kabupaten Kebumen diberi bantuan berupa tempat tidur.  Pada tahun 2018 ini, semua panti diberi bantuan alat sekolah sebanyak 350 paket dan sembako.

    "Bantuan yang diberikan masih jauh dari kebutuhan. Contoh, untuk kebutuhan alat sekolah, dari 22 panti dengan penghuni 683 orang, kita baru bisa membagikan 350 paket alat sekolah," kata Budi Satrio, Sabtu (19/5/2018). 

    Menurutnya, kebutuhan yang diperlukan untuk mengoperasikan panti sangat banyak dan komplek serta semua mendesak. Tetapi selama ini dipenuhi dari para donator yang sebagian tidak tetap.  "Sehingga masih ada panti yang dikelola dengan manajemen yang sangat sederhana, karena untuk kebutuhan dasar masih jauh dari cukup," ujar Budi Satrio. 

    Pada kesempatan itu Kadinsos PPKB Kebumen, mengajak untuk diseminasi masalah panti kepada para pengambil keputusan. Budi Satrio meminta pengelola panti tidak perlu malu membuka permasalahan yang dihadapi. Karena hanya dengan keterbukaan, maka pemerintah akan mendapatkan data yang sebenarnya. 

    "Saya yakin bahwa selama ini pemerintah daerah belum mendapatkan data yang sebenarnya. Sehingga ketika memberikan fasilitasipun akan jauh dari kebutuhan," ungkap dia.

    Ia menegaskan Dinsos PPKB berupaya untuk membuka ketertutupan panti sudah dilakukan. Mulai pertemuan rutin, pendampingan untuk akreditasi, salah satunya disediakannya aplikasi SI Panti.  "Untuk pendampingan akreditasi sudah tampak dengan terakreditasi 2 panti pada tahun 2018.  Dinsos PPKB, mentargetkan semua panti di Kebumen terakreditasi," kata dia. 

    Ia menambahkan, untuk lebih memudahkan panti mengaktualkan kondisi terkini dibuat aplikasi SI Panti (Sistem Informasi Panti). Keberadaan SI Panti memungkinkan kondisi panti di Kebumen terbaca di seluruh dunia melalui jaringan internet. Yang pada ujungnya memungkinkan orang yang jauh dari Kebumen membantu atau menjadi donatur.

    Para pengelola panti diminta agar menyebarkan virus paradigma baru. Paradigma pengelolaan panti semestinya harus berubah, dari charity, sosial menjadi equity, kesetaraan. "Sehingga bukan pemberian bantuan karena belas kasihan tetapi kerena untuk pemenuhan kesamaan hak," imbuhnya. 

    Lebih jauh, pemenuhan hak sebagai bagian anak bangsa harus dikedepankankan. Tidak cukup hanya bantuan hidup tetapi juga fasilitasi agar para penerima manfaat di panti memiliki peluang yang sama untuk mencapai cita-cita.  (ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top