HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Rabu, 25 April 2018

    UNBK SMP Masih Diwarnai Kebocoran Soal

    JAKARTA – Kebocoran soal ujian nasional di media sosial masih mewarnai Ujian Nasional Berbasis Komputer (SMP). Pada ujian tingkat SMA sebenarnya hal tersebut sudah terjadi. Namun hingga kini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak bertaji untuk mengusut hal tersebut.


    Pada hari pertama UNBK SMP ditemukan bocoran soal lewat line. Di hari kedua hal yang sama juga ditemukan. Ada kesamaan dalam soal tersebut, yakni ada tulisan PUSPENDIKCATCBT17. Artinya soal tersebut dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud sebagai penanggungjawab ujian nasional. Boleh dibilang, soal tersebut asli.


    Inspektur Investigasi Kemendikbud Fuad Wiyono pun tidak mengelak jika kemungkinan soal bocor terjadi. ”Pengawas yang kurang peduli. Akan saya koordinasikan dengan tim Puspendik,” katanya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (24/4/2018).


    Dengan kejadian yang serupa ketika UNBK SMA yang diselenggarakan 9 hingga 12 April lalu, Kemendikbud seolah tidak belajar. Sebab antisipasi tidak dilakukan. Selain itu penyelenggara ujian nasional lalai, sebab dalam prosedur operasional standar (POS) penyelenggaraan ujian nasional 2017/2018 sudah diatur. Dalam POS tersebut dijabarkan jika peserta dilarang membawa alat komunikasi elektronik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian. Pengawas pun wajib untuk menegur ketika ada tindak kecurangan.


    Fuad menjelaskan jika berbagai kemungkinan bisa terjadi. ”Apalagi kamera tersembunyi kan banyak sekarang,” tuturnya.


    Dia juga menjelaskan jika Kemendikbud belum menemukan pelaku kecurangan tersebut. Fuad menuturkan jika pihaknya masih menelisik jika ada oknum siswa, bimbel, guru atau oknum lain yang menyebarkan. ”Ini masih proses,” tuturnya.


    Selain soal yang bocor, kendala lain juga masih muncul. Di Timika, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau fasilitas pendidikan yang dibakar oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Imbas dari pembakaran tersebut adalah terganggunya pelaksanaan Unas.


    ”Kami akan segera membangun kembali fasilitas pendidikan yang telah dirusak oleh KKSB,” tutur Muhadjir. Pembangunan tersebut akan dilakukan secara swadaya. Masyarakat setempat dilibatkan dan bekerjasama dengan aparat keamanan. Tujuannya agar masyarakat ikut memiliki dan bertanggung jawab kepada kondisi pembangunan tempat sekolah. Muhadjir menambahkan jika fasilitas pendidikan tersebut akan segera dibangun melalui anggaran pendidikan tahun 2018 dan dibantu oleh PT. Freeport Indonesia.

    Muhadjir menambahkan ada 13 siswa SMP yang akan dievakuasi menuju Timika untuk melaksanakan Unas susulan. Dalam pelaksanaannya akan mendapatkan pengawalan dan pendampingan TNI. ”Mereka terpaksa kami evakuasi menuju Timika untuk mengikuti Unas karena dikampung mereka saat ini fasilitas pendidikan sudah dibakar KKSB. Para guru sebelumnya sudah dievakuasi menuju Timika,” tuturnya.


    Pelaksanaan UNBK jenjang SMP hari kedua yang menyuguhkan mata pelajaran matematika kemarin berlangsung lebih lancar. Diantaranya disampaikan oleh pengawas ruang ujian Heru Purnomo. Dia menjadi pegawas di SMPN di kawasan Ciracas, Jakarta timur. Sebelumnya Heru menyampaikan UNBK hari pertama untuk sesi satu (23/4) sempat tertunda selama satu jam. Akibat dari tidak terhubungnya komputer ruang ujian dengan server UNBK pusat milik Kemendikbud.


    Sementara pada hari kedua kemarin (24/4) Heru mengatakan UNBK berjalan lebih lancar. Tidak ada kendala koneksi server sepanjang ujian berlangsung. Dia mengatakan ganguan kecil sempat terjadi. Yakni token ujian yang biasanya muncul 15 kali selama ujian berlangsung, kemarin hanya muncul sekali.


    Keberadaan token ujian itu penting. Diantara fungsinya adalah untuk akses masuk bagi siswa yang di tengah ujian mengalami kendala teknis. ’’Peserta yang mengalami kendala teknis, biasanya logout. Kemudian untuk login kembali dibutuhkan token,’’ jelasnya. Tapi untungnya tidak banyak siswa yang mengalami kendala selama ujian. Jadi meskipun token hanya dikirim satu kali, tidak terlalu mengganggu.


    Selain itu guru SMPN 106 Jakarta itu mengkonfirmasi terkait beredarnya foto yang diduga sebagai bocoran soal ujian di aplikasi percakapan Line. Dia mengatakan sempat melihat monitor yang digunakan peserta ujian. ’’Di bawahnya tertulis 17 (puspendikcatcbt17, Red),’’ tuturnya. Dengan demikian foto soal ujian yang beredar di Line itu adalah benar soal yang diujikan.


    Sebelumnya Heru meragukan bahwa soal yang beredar itu adalah soal UNBK tahun ini. Sebab di bagian bawah tertulis puspendikcatcbt17. Sebab UNBK tahun ini adalah UNBK 2018. Dia berharap pengawas ruang ujian bisa lebih disiplin untuk mengecek peserta. Sehingga tidak ada ponsel yang sampai dibawa ke meja ujian dan digunakan untuk memotret.

    Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan beredarnya foto soal ujian menandakan ada pengawas ruang ujian yang lalai. ’’Puspendik Kemendikbud sudah mengindetifikasi sekolah yang pengawasannya lalai,’’ katanya. Namun Bambang tidak bersedia membeber data sekolah yang lalai itu. (wan/lyn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top