Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Selasa, 24 April 2018

    Soal Mobil Parpol Ikut Parade Budaya, ini Kata PDIP Kebumen

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kebumen,akhirnya buka suara terkait adanya penghentian mobil membawa atribut partai politik pada gelaran Parade Budaya di Gombong.  Sekretaris DPC PDI P, Bambang Tri menegaskan jika PDIP Kabupaten Kebumen datang di Kirab Kebudayaan atas undangan dari panitia.

    Bambang juga menegaskan jika kehadiran PDIP di acara yang juga peresmian Klenteng Hok Tek Bio bukan untuk berkampanye.

    Dia menjelaskan, undangan dari panitia Kirab Kebudayaan ditujukan Kepada Ketua DPRD H Cipto Waluyo SKep Ns yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan. Selain itu panitia juga turut mengundang Muspida Kabupaten Kebumen. “Kita tidak ada niat kampanye, tapi ikut peduli meramaikan,” tuturnya kepada Kebumen Ekspres, Senin (23/4/2018).

    Dijelaskan Bambang, selain tidak ada niatan kampanye, pada mobil juga tidak terdapat gambar atau foto Pasangan Calon dan Wakil Gubernur dalam hal ini Ganjar-Yasin. Dengan demikian maka tidak ada upaya kampanye. “Kita tidak memasang gambar Ganjar-Yasin sama sekali.., nomernya aja jelas nomor 3..,” katanya.

    Sekretasis DPC PDIP Kebumen Bambang Tri 
    Dalam kesempatan ini pihaknya mengapresiasi panitia yang sudah berkoordinasi dengan perwakilan daerah. Juga kepada pada Panwas yang sudah bekerja dengan baik. Selain itu apresiasi juga disampaikan kepada aparat kepolisian, Satgas PDI Perjuangan dan Banser dalam pendampingan dan pengaturan lalu lintas di sepanjang rute pawai.

    Sebelum diberitakan jika rangkaian kegiatan Parade Budaya dalam rangka peresmian Klenteng di Gombong, Minggu (22/4/2018), diwarnai kegiatan kampanye sebuah partai politik peserta Pemilu di Kabupaten Kebumen.

    Ketua Panwascam Gombong Nawa Widiatmaka SE yang sendirian di lokasi serta melihat hal tersebut langsung berkoordinasi dengan petugas Polsek Gombong. Selanjutnya, mobil membawa atribut PDI Perjuangan itu dihentikan dan "dipaksa" keluar dari arak-arakan.

    Nawa mengatakan, persoalan tersebut sudah diselesaikan di lapangan. Sopir kendaraan pembawa atribut parpol mengakui kesalahannya. Namun demikian, Nawa mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top