Honda

  • Berita Terkini

    Jumat, 27 April 2018

    Peringatan Hari Kartini, Puluhan ODGJ Ikuti Mandi Massal

    fotohahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Dalam rangka memeringati hari Kartini, Komunitas Peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ menggandeng sejumlah instansi terkait menggelar bakti sosial membersihkan para penderita gangguan jiwa rumah singgah penderita ODGJ di Desa Winong Kecamatan Mirit, Kamis (26/4).

    Sebanyak 100 personil yang terdiri sejumlah organisasi diantaranya Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), PMI, Disas Sosial, Stikes Muhammad Gombong, TKSK, Baznas, dan sejumlah organisasi lain berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

    Tak kurang dari 70 penderita ODGJ menjadi sasaran kegiatan yang digelar di rumah singgah Mbah Marsiyo itu. Kemarin, para ODGJ yang semula dalam pasungan itu dibagikan sebungkus nasi beserta air minum. Usai makan bersama mereka secara bergilir  dibersihkan, dengan sesi potong rambut, dimandi hingga ganti pakaian serta menjalani diperiksa kesehatan oleh tim medis dan sejumlah relawan komunitas peduli ODGJ.

    Ketua panitia Bakti Sosial santunan penderita ODGJ, Maryam Ruwiyati mengatakan, tujuan santunan tersebut selain untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2018 lalu yakni sebagai wujud kepedulian komunitas, dinas terkait, elemen masyarakat untuk ikut peduli dengan keberadaan penderita ODGJ. "Ini sebagai gerakan sosialisasi kepada masyarakat untuk peduli dengan ODGJ," katanya.


    Dokter Spesialis Kejiwaan (psikiater) RSUD Soedirman Kebumen, dr. Nurmi Widiarti, SpKJ mengaku cukup menyayangkan kondisi para pasien Mbah Marsiyo. Sebab, para ODGJ tersebut masih dipasung. "Tujuan utama kedatangan kami disini agar pasien disini tertangani lebih baik dari segi penannganan medis dan fisik," katanya ditemui ekspres di sela sela kegiatan.

    "Sebenarnya bagi para ODGJ yang agresif jika ditangani secara intesif tidak perlu dipasung, adanya kasus pemasungan disini dijumpai  kasus kurangnya gizi dan kesehatan para penderita bahkan kami menjumpai penderita ODGJ mengalami gejala Hipo Albumin (Gejala kaki bengkak akibat pemasungan) ini yang mendorong kami terus mendorong pembebasan pemasungan terhadap penderita ODGJ di Kebumen," katanya.

    Nurmi Widiarti menambahkan pentingnya penanganan medis ssecara komprahensif tersebut merujuk tingkat kesembuhan bagi para penderita agar tertangani dengan baik.
    Selain itu kegiatan bakti sosial ODGJ juga digelar dibeberapa wilayah di Kabupaten Kebumen yakni di Desa Sawangan Kecamatan Alian dan Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung. (saefur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top