• Berita Terkini

    Thursday, April 12, 2018

    Masjid Terpadu Pertama di Kebumen Diresmikan Gus Yazid

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, meresmikan Masjid Al Mansyur di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Rabu (11/4/2018). Masjid tersebut dalah masjid terpadu di jalan nasional, yang merupakan merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Program ini mulai berjalan tahun 2017  lalu.

    Masjid Al-Mansyur dibangun menggunakan dana sebesar Rp 750 juta, salah satunya bersumber dari dana hibah Pemkab Kebumen sebesar Rp 500 juta. Kabag Kesra Setda Kebumen, Wahib Tamam, mengatakan awalnya, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, setelah disurvei oleh tim dari Pemkab Kebumen, Masjid Al-Mansur hanya tinggal pengembangan, sehingga bantuan yang diberikan sebesar Rp 500 juta.

    Dalam sambutannya, Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, berharap Masjid Al-Mansyur Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, bisa seperti  Masjid  Jogokaryan di Yogyakarta. Dimana shalat subuh di sana sudah seperti shalat jumat.

    "Untuk itu, pengurus dan takmir masjid perlu mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang inovatif dan menarik. Sehingga jamaah, termasuk generasi muda rajin memakmurkan masjid," ujar Yazid Mahfudz, meresmikan masjid terpadu yang terletak di Jalan Daendels itu.

    Menurutnya, salah satu kelemahan orang Indonesia adalah bisa membangun tapi sulit merawat. Karenanya, jamaah dan pengurus masjid harus merawat masjid ini. Gus Yazid (sapaan akrab Yazid Mahufdz), meminta masyarakat setempat menjaga kebersihan, dan keindahan masjid.

    "Makmurkan dengan kegiatan-kegiatan ibadah mahdoh dan kegiatan lain untuk membawa perubahan positif. Kita ingin Kabupaten Kebumen sukses dan bangkit dari masjid," tegasnya.

    Lebih jauh, Gus Yazid, memaparkan masjid merupakan tempat yang strategis untuk membina dan menggerakkan potensi umat Islam. Juga dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang tangguh dan berkualitas. 

    "Peran Masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah yang bersifat hablun minallah semata. Namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Untuk mengatasi keterbelakangan umat. Khususnya menanggulangi kemiskinan dan kebodohan," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top