• Berita Terkini

    Tuesday, April 3, 2018

    Dua Festival Budaya Bakal Digelar di Gombong

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Seakan menegaskan identitas Gombong sebagai kota dengan ragam budaya, pada Bulan April ini setidaknya ada dua perhelatan budaya yang akan digelar di Gombong.

    Ini akan dilaksanakan pada 22 April mendatang dengan Kirab Budaya Nusantara yang akan menampilkan berbagai unsur seni budaya yang ada di Gombong. Sementara 29 April mendatang di Roemah Martha Tilaar akan menggelar Festival Dolanan Tradisional yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Bumi Internasional.

    Panitia Kirab Budaya Nusantara Christine Chandrarini mengemukaan kegiatan itu merupakan rangkaian dari Peresmian Gedung Klenteng Hok Tek Bio Gombong. Bangunan yang dimulai pembangunannya sejak tiga tahun yang lalu akan mulai digunakan secara resmi pada 21 April mendatang.

    Yang menarik, Kirab Budaya Nusantara juga akan dimeriahkan dengan defile panji dan tandu dari lima belas klenteng. Ini juga mewakili lima belas kota seperti Jakarta, Magelang, Purwokerto dan lain-lain.

    Penampilan kontingen dari berbagai klenteng dipastikan akan menjadi atraksi yang menarik karena baru kali pertama dilakukan di Gombong. “Selain dari unsur Tionghoa, kirab juga akan dimeriahkan berbagai komunitas seni dan budaya yang hidup di wilayah Gombong dan sekitarnya. Bahkan teman-teman dari lingkungan pondok pesantren juga telah menyatakan kesediaannya untuk terlibat. Ini semakin menegaskan bahwa Kirab Budaya Nusantara bukan hanya milik Klenteng Hok Tek Bio, tapi milik masyarakat Gombong, bahkan Bangsa Indonesia,” terang Christine.

    Sementara terkait Festival Dolanan Tradisional Marcomm Roemah Martha Tilaar Alona Novensa menyampaikan kegiatan merupakan agenda tahunan dan saat ini telah memasuki tahun ketiga. Selain mengangkat berbagai permainan tradisional, festival ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk semakin mencintai alam dan terpanggil untuk memelihara lingkungan.

    “Pada dasarnya kami melihat bahwa permainan tradisional yang berkembang di tengah bangsa kita banyak yang mengandung muatan edukatif terkait cinta alam dan sesama. Karena itulah kami menjatuhkan kegiatan ini bersamaan dengan Hari Bumi supaya sambil bermain anak-anak itu dapat menumbuhkan rasa cinta alam dan lingkungan di diri mereka,” ujar Alona.

    Lebih jauh Alona berharap munculnya berbagai festival budaya di Gombong akan semakin mendorong masyarakat untuk semakin peduli pada potensi budayanya yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top