• Berita Terkini

    Tuesday, April 17, 2018

    Dinilai Aneh, Lomba Riset Pemkab Disorot

    Hj Herniyatun MKep SpMat
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Salah satu anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Kebumen Hj Herniyatun MKep SpMat memandang lomba riset yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAP3DA) Kabupaten Kebumen aneh. Pasalnya di Kebumen sendiri terdapat DRD yang merupakan wadah untuk riset daerah, lalu mengapa ada lomba riset.

    Hj Herniyatun yang juga merupakan Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong tersebut mempunyai pendapat adanya lomba riset tanpa menggandeng DRD dapat memimbulkan kesan jika Pemerintah Kebumen sendiri tidak percaya kepada DRD. Padahal pembentukan DRD sendiri difasilitas oleh Pemkab Kebumen. “Setahu saya hingga kini, tidak ada pemberitahuan kepada kami. Saya selaku anggota DRD juga tidak tahu,” tuturnya, Selasa (17/4/2018).

    Sekedar mengingatkan DRD sendiri dibentuk dengan difasilitasi oleh Pemerintah Kebumen. DRD terdiri dari para akademisi dari perguruan tinggi yang mempunyai komimen menjadi mitra pemerintah untuk mendukung Kebumen yang unggul dan berdaya saing daerah. Adanya gagasan DRD kala itu disambut baik oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kebumen.

    Adapun pembentukan DRD didasari oleh Keputusan Presiden nomor 16 tahun 2005 tentang Dewan Riset dan UU nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Guna menyikapi hal tersebut Bappeda mengundang sejumlah tokoh akademisi dan peneliti daerah untuk membuat rancangan (draft) Perbub DRD Kebumen, di Kantor Bappeda Kebumen, Rabu 20 April 2016 silam. 

    “Selama ini Pemkab Kebumen seakan lebih percaya kepada perguruan tinggi dari luar dari pada yang ada di Kebumen. Padahal seharusnya tidak demikian, selain kualitasnya mumpuni, perguruan tinggi di Kebumen juga lebih paham akan kondisi,” paparnya didampingi Anggota DRD yang juga merupakan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Gombong M Madkhan Anis SKep Ns.

    Dijelaskannya, Tim dari perguruan tinggi STIKes Gombong telah meraih penghargaan Juara 1 KRENOVA tingkat Kabupaten Kebumen. Selain itu juga mendapatkan Juara Utama Krenova Propinsi Jawa Tengah. Bukan hanya itu saja tim juga masuk dalam buku 109 Inovasi Indonesia.

    Beberapa prestasi tersebut seharusnya cukup untuk menunjukkan bahwa prestasi perguruan tinggi di Kebumen tidak kalah dari yang ada di luar. “Soal prestasi tidak kalah. Jika riset dilaksanakan oleh DRD, maka para mahasiswa Kebumen akan ikut serta dalam program tersebut,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan jika Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAP3DA) Kabupaten Kebumen kembali menyelenggarakan Riset Unggulan Daerah (RUD). Pendaftaran 2018 dibuka mulai 26 Maret-26 April 2018. Terdapat enam tema riset yakni satu, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Tinggal Wisatawan di Kabupaten Kebumen. Dua Multiplier Effect Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Kebumen. Tiga Model Pola Kemitraan Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Pariwisata di Kecamatan Ayah. Empat Tinjauan Sosiologis, Fenomena LGBT di Kabupaten Kebumen. Lima Dampak Bonus Demografi dan Upaya Optimalisasinya di Kabupaten Kebumen. Enam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top