HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Jumat, 27 April 2018

    Diduga Terlibat Kampanye, Kades Bojongsari Diperiksa Gakkumdu

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kepala Desa Bojongsari Edi Iswadi dilaporkan ke Bawaslu Kebumen setelah diduga ikut terlibat dalam safari kampanye calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Senin (23/4/2018) kemarin.

    Perbuatan Edi diduga telah menyalahi sikap netralitas kades dan ASN dalam pemilu, sebagaimana tertuang dalam pasal 71 ayat 3 UU 10 tahun 2016. Jika terbukti, Edi terancam sanksi pidana penjara.

    Ketua Panwas Kabupaten Kebumen Maesaroh melalui Komisioner Divisi Penindakan Arif Supriyanto menuturkan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan klarifikasi terhadap terlapor. Selain itu Gakkumdu juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dan pembahasan bersama unsur Gakkumdu.

    "Direncanakan, hari Jumat (27/4) ini, Gakkumdu akan mengambil keputusan," ucap Supriyanto kepada wartawan, Kamis (26/4).

    Supriyanto menuturkan, Kejadian tersebut terjadi kala Calon Gubernur Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo mengunjungi salah satu pondok pesantren di Kebumen, Senin (23/4). Terlapor diketahui hadir dan mengikuti kegiatan mulai dari shalat berjamaah, makan bersama dan berfoto bersama. Tak hanya itu, terlapor juga ikut berfoto bersama dan mengacungkan jari telunjuk (simbol angka 1) bersama Calon Gubernur yang diusung PDIP, PPP, Demokrat dan Partai NasDem tersebut.

    Aksi sang kades rupanya diketahui Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan setempat yang kemudian melaporkannya ke Bawaslu.

    Menurut Supriyanto, Atas perbuatannya, terlapor dapat dikenai Pasal 188 junto Pasal 71 ayat (1) UU Nomor 10 tahun 2016 dengan ancaman dipidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan dan/ denda paling sedikit Rp 600 ribu atau paling banyak Rp 6 juta.

    ""Kalau terbukti, pasti ada sanksi pidana bagi terlapor. Karena kita dari awal memang sudah peringatkan agar tak terlibat dalam prosesi kampanye atau kegiatan politik praktis lain," kata dia. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top