• Berita Terkini

    Wednesday, March 21, 2018

    Terungkap, Penyebab Tank Masuk Sungai Bogowonto

    JAKARTA - Teka-teki terkait penyebab terperosoknya Tank M113A1 milik Yonif Mekanis Raider 412 di Sungai Bogowonto Purworejo, Jawa Tengah (10/3) lalu dibeberkan Mabes TNI Angkatan Darat (AD). TNI AD memastikan, kejadian tersebut akibat kesalahan prosedur.


       Asisten Pengamanan (Aspam) KSAD Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, berdasarkan hasil investigasi, kegiatan outbond yang dilakukan Yonif 412 dengan Gugus PAUD Cempaka yang mewadahi lima sekolah TK dilakukan tanpa ada laporan. Padahal, kegiatan tersebut melibatkan alutsista yang perlu penanganan khusus.


         "Tidak dilakukan laporan ke komando atas dalam hal ini Komandan Brigade Infanteri enam, Kostrad, hingga KSAD," ujarnya di Kantor Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jakarta, kemarin (21/3/2018).


         Nur Rahmad menambahkan, jika dilakukan sesuai SOP, dalam hal ini dilaporkan sampai ke atas, maka pelaksanaannya akan lebih terawasi. Sehingga pengamanan pun akan lebih maksimal.


         "Pada tempat yang dianggap rawan tidak ditempatkan personil pengamanan maupun tanda-tanda taktis sebagai petunjuk," imbuhnya.


         Hasil itu, sekaligus menepis isu yang mempertanyakan soal kelayakan kendaraan tempur. Jenderal bintang dua itu menegaskan, kondisi tank yang digunakan dalam kondisi baik. Hal itu ditetapkan pada laporan hasil pemeriksaan berkala pada triwulan I tahun anggaran 2018.


         Kalaupun dilokasi tank tersebut mati, kondisi itu disebabkan oleh masuknya air sehingga mengganggu kerja mesin. "Matinya mesin tank akibat sirkulasi udara yang dibutuhkan untuk pembakaran tekana air," tuturnya.


         Lantas, apakah ada sanksi? Nur Rahmad mengatakan, karena kesalahan prosedur, maka sudah pasti ada sanksi. Apalagi, mengakibatkan kematian. Dalam hal ini, yang harus bertanggung jawab adalah Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Mekanis Raider 412 Mayor Inf Iman Widhiarto.


         "Dia yang menerima perintah itu karena dia tidak melapor ke atas, dia yang bertanggung jawab," tegasnya. Namun terkait apa bentuknya, pihaknya akan meneliti lebih lanjut.


       Sementara itu, Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Mayjen Rudi Yulianto menambah, pihaknya ikut melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hingga saat ini, sudah ada sepuluh orang yang dimintai keterangan. Lima orang dari rombongan PAUD dan lima lainnya dari prajurit TNI di lokasi.


         "Berkas hasil investigasi telah kami serahkan ke Subdenpom yang ada di Purworejo," ujarnya.


         Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejuh mengatakan, peristiwa tersebut akan menjadi evaluasi jajarannya. Harapannya, ke depan tidak terulang kembali.


         Untuk diketahui, kemarin (21/3), TNI AD juga membeberkan penyebab tenggelamnya kapal motor cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu. Hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu disebabkan kebocoran pipa strainer dan cuaca yang kurang baik. Hanya saja, kesimpulan itu masih bersifat sementara mengingat bangkai kapal belum diangkat dan belum diteliti. (far)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top