• Berita Terkini

    Thursday, March 15, 2018

    Pelanggaran Pemilu Cermin Rendahnya Moralitas para Kontestan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Akar dari berbagai persoalan yang muncul saat pelaksanaan pemilu dipicu oleh rendahnya moralitas. Berbagai pelanggaran mulai dari politik uang hingga pelanggaran lainnya juga dipicu oleh persoalan moralitas. Moralitas yang tendah berdampak pada perilaku yang mempunyai kecenderungan untuk melanggar aturan yang ada.

    Adanya korelasi antara pelanggaran dan rendahnya moral disampaikan oleh Guru Besar Fisipol Universitas Gajahmada Prof Dr Partini SU saat menjadi nara sumber pada kegiatan Pendidikan Politik perempuan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesbangpol Kebumen. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula KPRI Kecamatan Buluspesatren, Kamis (15/3/2018).

    Kegiatan pendidikan politik juga mengundang Ketua Panwas Kebumen Maesaroh dan Atiek Surniati dari Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. Acara dipandu oleh moderator Komisioner KPU Khusnul Khatimah. Adapun, peserta yang menghadiri acara terdiri dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), anggota DPRD perempuan, pengurus parpol perempuan, dan pemilih pemula perempuan.

    Menurut Partini, moralitas merupakan hal yang dimiliki oleh setiap individu. Moral berasal dari pikiran dan perasaan yang tajam. Moralitas sendiri menjadi penentu sikap seseorang dalam menghindari perilaku negatif, seperti pada pemilu. Moralitas inilah yang dapat menjaga seseorang dari pengaruh negatif lingkungan sekitanya. "Dengan moral yang baik, maka pemilu yang demokratis dapat terselenggara dengan baik," tuturnya

    Untuk dapat meminimalisasi adanya pelanggaran pemilu, maka peran moral menjadi sangat penting. Jika moral sudah baik, maka itu menjadi benteng bagi diri manusia itu sendiri. Moral yang baik akan menuntun manusia berbuat baik begitu pula sebaliknya.

    Pihaknya juga menegaskan, terkait dengan minimnya partisipasi pemilih dalam setiap pemilu itu berkaitan dengan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Adanya peran perempuan dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan mewujudkan pemilu yang bersih kini menjadi hal yang sangat penting.

    Sementara itu Kepala Kantor Kesbangpol Kebumen H Nur Taqwa Setiyabudi SH mengemukakan, kini Pendidikan Politik pada perempuan terus digencarkan untuk menaikkan partisipasi. Adanya kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki dapat membuat perempuan, menjadi pengajak bagi calon pemilih sekaligus juga mengawasi pemilu. "Jika dimaksimalkan, sebetulnya kaum perempuan dapat membantu peran KPU dan Panwas dalam meningkatkan partisipasi pemilih sekaligus mengawasi pemilu," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top