• Berita Terkini

    Friday, March 16, 2018

    Merasa jadi Korban Skimming, Warga Kudus Lapor ke BRI

    ILUSTRASIdok/jawapos
    KUDUS- Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendatangi kantor BRI cabang Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018) kemarin. Takut menjadi korban skimming seperti yang terjadi di Kediri, ia bermaksud melaporkan terkait berkurangnya saldo rekening tabungan.

    Nurul Musdzalifah, 30, mengaku sudah sejak lama mengetahui adanya pengurangan saldo yang tak ia ketahui sebabnya. Berkurangnya saldo rekening biasanya berkala. Sekitar sepuluh hari sekali.

    ”Sebenarnya sudah sejak lama saldo saya sering berkurang, namu saya tidak begitu memperhatikan. Biasanya itu tiba-tiba berkurang Rp 26 ribu, dan kemarin pas ngecek terakhir berkurang Rp 20 ribu,” ujarnya.

    Dalam penjelasannya, hilangnya saldo rekeningnya karena terpotong biaya sms banking. Bukan merupakan tindakan skimming.
    "Setelah di kroscek oleh pihak BRI melalui mutasi rekening, ternyata termakan biaya sms banking. Sebelumnya saya tidak mengetahui jika layanan sms banking juga memotong saldo di rekening. Saya dulunya hanya mengira hanya terpotong pulsa,” ujarnya.

    Manajer Operasional BRI Kudus Subkhan Efendy mengungkapkan, sebagai upaya untuk menjaga transaksi nasabah dari kejahatan duplikasi kartu melalui skimming BRI sudah mengambil berbagai tindakan untuk melindungi kepentingan nasabah. Salah satunya dengan melakukan edukasi kepada nasabah utnuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam transaksi perbankan.

    ”BRI mengambil langkah preventif untuk mengatisipasi terjadi hal serupa. Kami juga selalu menghimbau nasabah agar mengganti PIN secara berkala, untuk melindungi transaksinya,” uajrnya.

    Selain itu, BRI juga sudah menampilkan tayangan pada layar ATM berupa himbauan untuk menutupi tangan saat memasukkan PIN. Nasabah juga diimbau mengaktifkan sms notifikasi sehingga dapat langsung mengetahui apabila terjadi kejanggalan transaksi pada rekening.  Juga meng-install BRI mobile yang memiliki fitur disable card. Fasilitas tersebut memungkinkan nasabah menonaktifkan rekening langsung dari handphone sehingga semakin menambah keamanan rekening nasabah.

    ”Edukasi keamanan bertransaksi senantiasa BRI berikan melalui akun sosial media baik itu twitter, facebook, website, sms, email dan kantor BRI yang tersebar di seluruh wilayah,” ujarnya.

    BRI akan mengganti semua kerugian yang dialami nasabahnya apabila hasil investigasi menunjukkan bhwa terbukti skimming. Menilik pada kejadian skimming yang terjadi di Kediri, ia menjelaskan bahwa Bank BRI telah menyelesaiakan investigasi internal secara cepat dan seluruh dana nasabah yang hilang telah dikembalikan secara penuh.
    ”Kenyamanan nasabah menjadi fokus kami, kami menghimbau agar nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan dalam menggunakan layanan BRI,” ujarnya. (daf)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top